alexametrics

Efek Kekurangan Chip Semikonduktor, Konsumen Pilih Tunda Beli Mobil Baru

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Efek Kekurangan Chip  Semikonduktor, Konsumen Pilih Tunda Beli Mobil Baru
Ilustrasi chip semikonduktor [Shutterstock]

Studi ini menyimpulkan konsumen akan membeli mobil bila kondisi chip semikonduktor sudah stabil.

Suara.com - Kekurangan chip global memberikan dampak buruk bagi industri otomotif. Tidak hanya berpengaruh terhadap produksi, efek buruk juga terjadi di sektor penjualan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kelley Blue Book, hampir separuh dari konsumen memilih untuk menunda membeli kendaraan. Mereka baru akan melakukan pembelian ketika kondisi dianggap sudah stabil.

Melansir Autoevolution, sebanyak 48 persen dari pembeli kemungkinan besar memilih melakukan penundaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 persen dari responden yang mengatakan siap beralih ke merek lain jika pembuat mobil favorit mereka kesulitan mengirimkan mobil yang mereka inginkan secara tepat waktu.

Baca Juga: Sebanyak 7,7 Juta Unit Kendaraan Gagal Diproduksi Akibat Krisis Chip Semikonduktor

Ilustrasi membeli mobil secara online, termasuk mobil bekas [Shutterstock].
Ilustrasi membeli mobil yang dilakukan secara online [Shutterstock].

Hanya 19 persen dari mereka yang menyatakan akan mengubah kategori kendaraan, seperti lebih memilih membeli SUV daripada sedan, jika perusahaan bisa mengirimkannya lebih cepat.

Hal ini tentunya bukan kabar baik bagi para pembuat mobil, mengingat kekurangan chip global diprediksi tidak mungkin diatasi dalam waktu dekat. Bahkan beberapa pembuat mobil memperkirakan kekurangan chip akan berlangsung sampai 2022 sehingga mengambil beberapa langkah antisipasi.

Belum ada solusi yang dapat mengatasi kekurangan chip, selain mengubah model bisnis yang jelas tidak ingin dilakukan oleh beberapa pembuat mobil. Salah satunya adalah berinvestasi dalam pembuatan chip.

Hasil riset juga menunjukkan, mempercepat produksi semikonduktor bisa menjadi masalah dalam jangka panjang. Bila hal ini dilakukan maka pasokan chip pada 2023 diperkirakan akan berlebih dan tidak sebanding dengan permintaan.

Baca Juga: Masih Lebih Rendah, General Motors Sebut Pasokan Global Chip Semikonduktor Bakal Stabil

Komentar