Komponen Mobil Diolah Jadi Bahan Narkoba, Bengkel Kewalahan Lakukan Perbaikan

Selasa, 05 Oktober 2021 | 13:25 WIB
Komponen Mobil Diolah Jadi Bahan Narkoba, Bengkel Kewalahan Lakukan Perbaikan
Ilustrasi suku cadang mobil (Shutterstock).

Suara.com - Kepolisian Republik Kongo baru saja membongkar kasus narkoba "unik" yang memanfaatkan suku cadang mobil sebagai peranti pendukung.

Terjadi pada Agustus 2021, polisi setempat menciduk hampir 100 orang yang diduga pengedar dan pengguna narkoba "bom".

"Fenomena sosial ini menuntut tanggung jawab kolektif seluruh bangsa," jelas Felix Tshisekedi, Presiden Republik Demokratik Kongo, seperti dikutip dari New York Post.

Sebelumnya, sekelompok pemuda tertangkap di sebuah gubuk di pinggiran Kinshasa, sedang membuka sekantong bubuk cokelat. Mereka lalu mencampurnya dengan beberapa pil yang dihancurkan, kemudian dikonsumsi dengan cara dihirup.

Penampang catalytic converter saat dibuka. Sebagai ilustrasi [YouTube: The Auto Rules].
Penampang catalytic converter saat dibuka. Sebagai ilustrasi [YouTube: The Auto Rules].

Dalam beberapa menit, orang yang mengonsumsi akan memasuki fase gelisah dan berujung tak bergerak selama berjam-jam atau bahkan tidur selama berhari-hari.

"Kami biasa minum wiski dengan kadar alkohol tinggi. Kami gelisah dan ingin menyakiti orang," begitu pengakuan Cedrick, seorang pemimpin geng berusia 26 tahun.

Namun, efek beda akan didapat bila menggunakan "bom" yang mengandung bubuk cokelat tadi. Disebutkannya bahwa efek yang diperoleh adalah menenangkan, bisa tertidur, berdiri atau duduk dalam waktu sangat lama.

"Setelah fase ini selesai, kami bisa pulang tanpa mengganggu siapa pun, tanpa menyakiti orang lain," ungkap Cedrick.

Nah, apakah sejatinya bubuk cokelat yang digemari para pengguna narkoba itu?

Baca Juga: Bangkitkan Kembali Mobil Klasik, Lamborghini Habiskan Waktu 25.000 Jam

Bahan ini ternyata honeycomb keramik catalitic converter kendaraan. Fungsinya adalah penyaring gas beracun dalam pipa knalpot kendaraan.

Tresore Kadogo, mekanik yang berbasis di Kinshasa menyebutkan bahwa catalytic converter dilapisi bahan-bahan logam seperti platinum, paladium dan rhodium. Bagian itulah yang dicuri lantas diolah menjadi bubuk cokelat.

Gara-gara meningkatnya permintaan bubuk cokelat ini, banyak pencurian terjadi. Maling hanya mengambil bagian catalytic converter dan meninggalkan mobil begitu saja. Bahkan kadang tak perlu dipindahkan lokasinya.

Tresore Kadogo menyebutkan bahwa antara lima sampai 10 klien datang kepadanya setiap hari dengan masalah yang sama. Knalpot mesti diganti.

"Kami cek kolong mobil dan catalytic converternya sudah hilang, sudah dipotong," keluh Tresore Kadogo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI