Ikut Menjaga Keanekaragaman Hayati, PT AHM Tanam Mangrove dan Buah Langka

RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 05 Oktober 2021 | 18:05 WIB
Ikut Menjaga Keanekaragaman Hayati, PT AHM Tanam Mangrove dan Buah Langka
Penanaman pohon Mangrove dari PT Astra Honda Motor [ANTARA/Ho]

Suara.com - Sudah berjalan hingga dua dekade lamanya, pekan lalu PT Astra Honda Motor (AHM), produsen kendaraan roda dua Tanah Air, melakukan penanaman pohon bakau, buah langka serta buah lokal dengan tujuan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi PT AHM, ada 500 pohon buah langka dan lokal khas Nusantara ditanam di Bukit Cibakung, Kampung Cidadap, Kabupaten Bandung Barat. Kemudian 700 pohon mangrove di pesisir pantai utara Jawa, di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

General Manager Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibbuddin menyatakan pohon adalah bagian terpenting dari ekosistem alam untuk menjaga bumi dengan kelestarian keanekaragaman hayati. Demikian pula yang dilakukan untuk Tanah Air.

Kalihurip Satu Hati, binaan PT Astra Honda Motor kini membuat masker kain tanggulangi Covid-19 [Dok PT Astra Honda Motor].
Kalihurip Satu Hati, binaan PT Astra Honda Motor kini membuat masker kain tanggulangi Covid-19. Sebagai ilustrasi kegiatan CSR PT AHM selain penanaman pohon juga karya lainnya [Dok PT Astra Honda Motor].

"Perusahaan ingin penanaman yang dilakukan dapat memberikan nilai tambah ekonomis kepada masyarakat di sekitar lokasi panen," jelas Ahmad Muhibbuddin dalam keterangan resminya, Selasa (5/10/2021).

Karena itu, dengan adanya semangat Sinergi Bagi Negeri, PT AHM bekerja sama dengan masyarakat melakukan beragam aktivitas yang berguna bagi ekosistem lingkungan di Indonesia.

"Program penanaman pohon ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya sebagai obyek pariwisata maupun hasil budidaya, menjaga kelestarian tanaman langka, menghijaukan lahan tandus, meningkat jumlah oksigen dan mencegah atau mengurangi abrasi laut," lanjutnya.

Di lokasi Jembatan Cinta Tarumajaya, yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, PT AHM telah menanam 6.500 pohon mangrove. Selain di desa ini, AHM juga telah menanam sekitar 10.250 pohon mangrove di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan di Muaragembong, Bekasi sebagai upaya konservasi bekantan dan lutung jawa sebagai fauna asli Indonesia.

Diharapkan, masyarakat setempat bisa memanfaatkan hasil yang ada, misalnya, buah dari mangrove bisa dijadikan kreasi panganan lokal sebagai salah satu pendapatan masyarakat seperti kerupuk dan sirup.

Tidak hanya menanam pohon yang dapat memberikan manfaat lebih kepada masyarakat setempat, PT AHM juga menanam buah langka dan lokal Nusantara yang dilakukan di Pranaraksa Center. Program ini berlangsung sejak 2019. Di tempat ini telah ditanam 1.500 pohon buah, sebagian di antaranya adalah buah langka.

baca juga

Selain itu, PT AHM juga bekerja sama dengan LIPI untuk menjalankan program pelestarian keanekaragaman h dengan menanam sebanyak 32 jenis pohon buah yang berbeda di antaranya 20 jenis buah langka yang hampir punah keberadaanya di negeri ini seperti menteng, mundu, jamblang, matoa, bisbul, dan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?

Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Bukan Cuma Data, PKS Sebut Indikator Ekonomi Nyata Ada di Harga Beras dan Biaya Sekolah

Bukan Cuma Data, PKS Sebut Indikator Ekonomi Nyata Ada di Harga Beras dan Biaya Sekolah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Saat Jaket Hijau Hormat Bendera: Keringat Ojol dan Isu Kesejahteraan

Saat Jaket Hijau Hormat Bendera: Keringat Ojol dan Isu Kesejahteraan

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:30 WIB

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Prabowo Janji Tak Boleh Ada Rakyat Indonesia Kelaparan, Petani Harus Disejahterakan

Prabowo Janji Tak Boleh Ada Rakyat Indonesia Kelaparan, Petani Harus Disejahterakan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:04 WIB

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Pemerintah Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja di Sektor Sampah

Pemerintah Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja di Sektor Sampah

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:07 WIB

Ketika Barang Kecil Terasa Mewah: Membaca Paradoks Biaya Hidup Indonesia

Ketika Barang Kecil Terasa Mewah: Membaca Paradoks Biaya Hidup Indonesia

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia

Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:00 WIB

Keanekaragaman Hayati yang Dekat dengan Gaya Hidup, dari Makanan hingga Masa Depan Pekerjaan

Keanekaragaman Hayati yang Dekat dengan Gaya Hidup, dari Makanan hingga Masa Depan Pekerjaan

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 17:53 WIB

Terkini

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:46 WIB

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×