alexametrics

Gojek Bersiap Menjadi Penyedia Transportasi Emisi Nol Karbon Mulai 2030

RR Ukirsari Manggalani
Gojek Bersiap Menjadi Penyedia Transportasi Emisi Nol Karbon Mulai 2030
Jumpa pers daring bersama Gojek, tentang kebijakan untuk memberikan layanan transportasi karbon netral di 2030 [bidik layar, ANTARA].

Gojek memasang target untuk memberikan layanan transportasi beremisi nol di 2030.

Suara.com - Gojek Indonesia, perusahaan teknologi yang menyediakan layanan transportasi daring atau dalam jaringan mengumumkan target di masa depan. Khususnya untuk sektor transportasi dengan menghadirkan layanan karbon netral atau emisi nol karbon.

Dikutip dari kantor berita Antara, Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan bahwa salah satu upaya untuk mencapai target ini adalah melalui uji coba (pilot project) pertama untuk kendaraan listrik motor dan mobil.

"Uji coba komersial kendaraan listrik merupakan perwujudan salah satu komitmen sustainability kami untuk meraih target karbon netral melalui transisi ke kendaraan listrik di ekosistem Gojek pada 2030," jelas Kevin Aluwi dalam jumpa pers virtual, Rabu (27/10/2021).

Smartscooter, sepeda motor listrik pertama di dunia dengan teknologi baterai bongkar pasang (Gogoro.com).
Smartscooter, sepeda motor listrik pertama di dunia dengan teknologi baterai bongkar pasang. Sebagai ilustrasi produk tenaga listrik Gogoro (Gogoro.com).

"Sebagai bentuk keseriusan kami, Gojek akan membentuk unit usaha independen yang fokus di kendaraan listrik," imbuhnya.

Baca Juga: Motor Listrik GESITS Tiba di Senegal Akhir November, PT WIMA Kirim Tim Teknisi

Kali ini, Gojek memperluas rencana pemanfaatan kendaraan listrik melalui uji coba komersial. Gojek bekerja sama dengan Pertamina untuk penerapan skema battery swap bagi motor listrik dari GESITS dan Gogoro.

Nantinya, Gojek bakal menerapkan sistem Battery Swap atau tukar baterai yang bekerja sama dengan Pertamina. Sehingga driver yang menggunakan kendaraan listrik lebih gampang melakukan aktivitasnya.

"Kami rencanakan nantinya akan meletakkan beberapa cabinet Battery Swap (semacam locker) di sejumlah titik guna memudahkan mitra driver," lanjutnya.

"Memahami pentingnya membangun ekosistem yang mumpuni, kami akan terus mencari solusi teknologi, infrastruktur pendukung, serta terus menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan transisi ke kendaraan listrik dapat berlangsung dengan cepat sekaligus dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih ramah lingkungan bagi pelanggan dan mitra driver kami," tukas Kevin Aluwi.

Baca Juga: Sepeda Motor Listrik GESITS Laku 4.000 Unit, Target Akhir Tahun 7.000 Kendaraan

Komentar