alexametrics

Menperin Sebut Rasio Kepemilikan Roda Dua di Indonesia 1:6, Peluang Bisnis Terbuka Luas

RR Ukirsari Manggalani
Menperin Sebut  Rasio Kepemilikan Roda Dua di Indonesia 1:6, Peluang Bisnis Terbuka Luas
Ilustrasi sepeda motor di Tanah Air (Shutterstock).

Karena kepemilikan kendaraan bermotor di Tanah Air masih rendah, peluang untuk berbisnis terbuka luas.

Suara.com - Dalam kunjungan groundbreaking PT Piaggio Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa industri otomotif memiliki peluang untuk terus bertumbuh.

Dikutip dari kantor berita Antara, peluang untuk bertumbuh itu hadir karena Indonesia memiliki potensi pasar besar dengan rasio kepemilikan kendaraan masih rendah.

"Rasio kepemilikan kendaraan motor di Indonesia masih rendah. Jika kami bicara kepemilikan pada roda empat rasio itu kepemilikannya itu 9 banding 100 orang. Itu masih sangat kecil dan sedikit," ungkap Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (9/11/2021).

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik PT Piaggio Indonesia di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa (9/11/2021). [Antara]
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik PT Piaggio Indonesia di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa (9/11/2021). [Antara]

Senada adalah rasio kepemilikan kendaraan roda dua juga demikian. Perbandingan kepemilikan 1 dibanding 6. Sehingga peluang untuk berbisnis di Indonesia masih terbuka luas.

Baca Juga: Iran Bersiap Ekspor Mobil, Produksi di Sektor Industri Otomotif Dipacu

"Ini merupakan hal yang baik bagi para produsen otomotif, dan masih memiliki potensi yang besar untuk mengisi pasar yang masih kosong," jelas Menperin.

Pertumbuhan penjualan sepeda motor ini juga didukung penyataan Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) yang memprediksi adanya pertumbuhan penjualan sepeda motor di pasar domestik pada 2022. Yaitu dari 4,6 juta unit pada tahun ini, menjadi 5,1 juta sampai 5,4 juta unit.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan potensi peningkatan penjualan sepeda motor pada tahun depan terlihat dari realisasi penjualan hingga September 2021 sudah mencapai 3.761.407 unit, tumbuh hampir 31 persen dibandingkan Januari-September 2020.

"Sebelumnya kami prediksi 4,3 juta - 4,6 juta unit. Kami harapkan tren positif itu berlanjut ke tahun depan yang kami prediksi akan tumbuh 2 persen sampai 8 persen atau 5,1 juta - 5,4 juta unit. Ini akan memberikan multiplier effect yang positif buat industri terkait," papar Sigit Kumala.

Sedangkan untuk penjualan mobil, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mematok target penjualan sebanyak 750.000 unit mobil baru.

Baca Juga: Industri Sepeda Motor Diprediksi Akan Mengalami Krisis Magnesium

Didukung kebijakan Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP), Gaikindo optimistis target penjualan itu dapat terpenuhi.

Komentar