Suara.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan tidak menutup peluang bila platform baru yang digunakan All-New Toyota Avanza dan All-New Veloz akan digunakan untuk model lain.
"Platform ini (Avanza dan Veloz) akan digunakan di berbagai model. Karena satu platform untuk beberapa model pasti akan lebih efisien dan ekonomis," ujar Bob Azam, Director of Administration PT TMMIN, saat peluncuran All-New Toyota Avanza dan All-New Toyota Veloz.
Bob Azam menambahkan, saat ini Toyota sudah mengubah kebijakan untuk mengurangi emisi. Jadi akan ada perkembangan teknologi yang membuat emisinya lebih baik dari model sebelumnya.
![All New Toyota Veloz, dengan sistem penggerak roda depan, diluncurkan di Jakarta, Rabu (10/11/2021). [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/10/88006-new-veloz.jpg)
"Mobilnya bisa macam-macam. Karena memang Toyota menyediakan semua model untuk setiap negara," terangnya.
Sedangkan untuk di Indonesia, sambung Bob Azam, Toyota akan berusaha mensukseskan program pemerintah untuk mengurangi emisi. Salah satunya Toyota akan mengkonversi model yang ada dengan elektrifikasi.
Ditargetkan pada 2025, 40 persen mobil Toyota sudah ada elektrifikasi. Di 2030, semua model sudah ada elektrifikasinya.
Kendati demikian, pada kesempatan ini Bob Azam belum bersedia memberi informasi model apa yang akan dikonversi menjadi kendaraan elektrifikasi. Namun ia berharap model yang memang diproduksi di Indonesia.
"Kita harap dari model-model yang kita kembangkan di Indonesia," tutup Bob Azam.
Sebagai informasi, All-New Veloz menggunakan platform baru Front Engine – Front Wheel Drive (FF) dipadukan New Developed Suspension yang mengoptimalkan geometri suspensi depan dan belakang serta karakteristik spring rate dan damper.
Platform baru ini disebutkan mampu memberikan stabilitas pengendalian yang prima dan kenyamanan berkendara.