Harga Tinggi Masih Jadi Tantangan Penjualan Sepeda Motor Listrik

Sabtu, 13 November 2021 | 18:07 WIB
Harga Tinggi Masih Jadi Tantangan Penjualan Sepeda Motor Listrik
Salah satu sudut gelaran sektor roda dua dalam GIIAS 2021 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Setelah Perpres 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, memang perkembangan jumlah kepemilikan dan manufaktur industri kendaraan bermotor listrik mulai mengalami peningkatan.

Populasi sepeda motor listrik saat ini kurang lebih mencapai 10.300 yang sudah beredar di masyarakat.

Namun menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi harga masih menjadi tantangan tersendiri. Tingginya banderol kendaraan listrik terutama disebabkan komponen baterainya.

"Komponen kendaraan listrik itu yang paling mahal adalah baterainya, kemudian berikutnya juga motor listriknya," ujarnya, seusai seremoni pembukaan GIIAS 2021 di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada Kamis (11/11/2021).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mencoba baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Jakarta [ANTARA/Afut Syafril]
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mencoba swap baterai baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Jakarta. Ilustrasi [ANTARA/Afut Syafril]

Untuk itu, sambung Dirjen Budi Setiyadi, pemerintah terus mengupayakan agar harga baterai semakin terjangkau, salah satunya dengan mulai dibangunnya pabrik baterai di Karawang, Jawa Barat.

"Sekarang yang sedang kami dorong adalah skema pembelian kendaraan bermotor tanpa baterai, yaitu dengan konsep tukar baterai atau swap baterai," kata Dirjen Budi.

Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang bergelut di bidang ini di antaranya PT Oyika Powered Solution dan PT. Swap Energi Indonesia. Nantinya pengguna dapat menuju ke mini market terdekat yang menyediakan swap baterai, kemudian menukar baterai yang kosong dengan baterai yang telah terisi penuh.

Baterai Sepeda Motor Listrik. (Dok: Oyika)
Baterai Sepeda Motor Listrik [Oyika]

"Jadi pembelian sepeda motor listrik bisa lebih murah karena tanpa baterai, mereka cukup bayar sewa saja," jelas Dirjen Budi Setiyadi.

Baca Juga: Siap Produksi Mobil Listrik, Wuling Juga Sudah Rencanakan Stasiun Pengisian?

Selain itu pemerintah juga mendorong masyarakat untuk melakukan konversi kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) ke kendaraan listrik. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk mempercepat program elektrifikasi kendaraan bermotor nasional. "Peraturannya sudah ada," tutup Dirjen Budi Setiyadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI