Jarang yang Tahu, Begini Sejarah Terciptanya Zebra Cross

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 27 November 2021 | 19:00 WIB
Jarang yang Tahu, Begini Sejarah Terciptanya Zebra Cross
Beberapa pejalan kaki tengah menyeberangi zebra cross kenamaan di Abbey Road, London, England. Coba saja kalau ada mobil tak mau berhenti, dijamin didenda. Sebegai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Saat ini para pengguna jalan tentu tak asing dengan yang namanya zebra cross. Walaupun terkesan sederhana, namun marka jalan yang satu ini punya sejarah yang panjang, lho.

Zebra cross adalah penanda yang digunakan untuk memberi isyarat kepada pengemudi agar memperlambat laju kendaraan saat pejalan kaki menyeberang. Seringkali zebra cross dibuat di area sekolah atau gedung perkantoran.

Selama jam sibuk di sekolah, anak-anak dan pejalan kaki lainnya dapat dengan aman menyeberangi penyeberangan.

Hanya dengan demikian, kecelakaan pejalan kaki berkurang dan lalu lintas masih aman.

Zebra cross di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. [Inibalikpapan.com]
Ilustrasi Zebra cross di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. [Inibalikpapan.com]

Pertama kali dipakai di Inggris

Mengutip situs resmi Suzuki Indonesia, zebra cross awalnya dibuat dengan warna kuning dan biru. Warna tidak menggunakan cat seperti sekarang, tetapi menggunakan logam. Bahan logam adalah satu-satunya bahan yang digunakan untuk menandai.

Pejalan kaki boleh menyeberang penyeberangan dan menghentikan kendaraan. Namun sayang, warna kuning biru ini tidak mudah terlihat di mata pengemudi.

Banyak orang yang terlambat mengerem setelah melihat zebra cross, karena masalah ini warna zebra cross sekarang putih dan hitam. Tepatnya di mana penyeberangan pejalan kaki dimulai pada tahun 1951 di Inggris.

Tingkat kecelakaan lalu lintas pejalan kaki pasca perang telah meningkat. Meski sebenarnya jumlah kendaraan tidak sebanyak sekarang ini.

baca juga

Pemerintah yang mengamati hal ini mulai bereksperimen dengan memberikan marka jalan secara berkala. Untuk setiap pengujian, pola jalan yang merentang lebar jalan adalah yang paling efisien.

Upacara peresmian menggunakan penyeberangan dilakukan oleh politisi dan Perdana Menteri Jim Callaghan pada tahun 1951 yang sama. Sejak itu, zebra cross menjadi marka yang diregulasikan secara serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Salto di Lintasan Tanah, Ketua MPR Bambang Soesatyo Jadi Navigator Sean Gelael

Mobil Salto di Lintasan Tanah, Ketua MPR Bambang Soesatyo Jadi Navigator Sean Gelael

Sulsel | Sabtu, 27 November 2021 | 18:12 WIB

Mobil Balap yang Ditumpangi Bamsoet Terbalik, Ketua DPRD DKI Berkomentar Ini

Mobil Balap yang Ditumpangi Bamsoet Terbalik, Ketua DPRD DKI Berkomentar Ini

Lampung | Sabtu, 27 November 2021 | 18:10 WIB

Mobil Ringsek Kecelakaan, Ketua MPR Bamsoet Selamat dan Langsung Nge-drift

Mobil Ringsek Kecelakaan, Ketua MPR Bamsoet Selamat dan Langsung Nge-drift

News | Sabtu, 27 November 2021 | 16:39 WIB

Terkini

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

×