PPnBM DTP 2021 Tingkatkan Penjualan Hingga 113 Persen, Beri Kontribusi pada Alat Angkutan

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:33 WIB
PPnBM DTP 2021 Tingkatkan Penjualan Hingga 113 Persen, Beri Kontribusi pada Alat Angkutan
Presiden Joko Widodo GIIAS 2021 berkunjung di GIIAS 2021, tengah berada di area kendaraan yang mendapatkan PPnBM DTP. Sebagai ilustrasi [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Menurut Kementerian Perindustrian atau Kemenperin, relaksasi pajak atau PPnBM DTP tahun lalu berhasil meningkatkan penjualan mobil periode Maret-Desember 2021 sebanyak 519 ribu unit. Atau meningkat sebesar 113 persen (275 ribu unit) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dikutip dari kantor berita Antara, peningkatan ini berkontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan industri alat angkutan pada triwulan II dan III tahun 2021 masing-masing sebesar 45,2 persen (yoy) dan 27,8 persen (yoy).

PPnBM DTP GIIAS 2021 tersedia di berbagai booth, disertai banner penjelas bagi konsumen [Suara.com/CNR ukirsari].
PPnBM DTP GIIAS 2021 tersedia di berbagai booth, disertai banner penjelas bagi konsumen [Suara.com/CNR ukirsari].

Selain itu, dalam proses manufakturnya, peserta program PPnBM DTP telah melibatkan sebanyak 319 perusahaan industri komponen tier 1, dan tentunya hal ini mendorong peningkatan kinerja industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah (IKM).

Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga mencatat peningkatan penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke diler) maupun ritel (diler ke konsumen) pada 2021.

Pertumbuhannya mencapai 66,6 persen (yoy) untuk penjualan wholesales dan 49,2 persen (yoy) untuk ritel. Jumlah penjualan mobil (wholesales) yang tercatat oleh Gaikindo sepanjang 2021 mencapai 887.200 unit dan penjualan mobil (ritel) mencapai 863.359 unit.

Sebagai informasi, Gaikindo sudah mengeluarkan pernyataan bahwa pada tahun ini penjualan kendaraan roda empat akan ditargetkan tembus 900 unit per tahun.

Kekinian, PPnBM DTP 2022 kembali diterapkan, dengan skema yang berbeda. Yaitu dibedakan ke dalam kategori Low Cost Green Car atau LCGC serta produk antara Rp 200 juta - Rp 250 jutaan.

Dalam skemanya, adalah sebagai berikut:

LCGC

  • Kuartal I: PPnBM 100 persen
  • Kuartal II-2022: tarif PPnBM sebesar 1 persen
  • Kuartal III: PPnBM sebesar 2 persen.
  • Pada tiga bulan terakhir tahun ini, program mobil murah ini akan dikenakan pajak barang mewah sesuai PP 74/2021, yakni 3 persen.

Mobil senilai Rp 200 juta - Rp 250 juta

  • Tarif PPnBM sebesar 15 persen
  • Kuartal I-2022: insentif 50 persen yang ditanggung pemerintah, sehingga masyarakat hanya membayar PPnBM sebesar 7,5 persen
  • Kuartal II-2022: membayar penuh sebesar 15 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Harga Mobil Mitsubishi Xpander 2021: Kini Tinggal Segini...

Daftar Harga Mobil Mitsubishi Xpander 2021: Kini Tinggal Segini...

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:22 WIB

Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus

Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 20:53 WIB

Disorot soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Minta Maaf dan Bahas Pajak

Disorot soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Minta Maaf dan Bahas Pajak

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:14 WIB

Ramai Disorot Publik, Tasya Kamila Unggah Laporan Kontribusi sebagai Awardee LPDP

Ramai Disorot Publik, Tasya Kamila Unggah Laporan Kontribusi sebagai Awardee LPDP

Your Say | Selasa, 24 Februari 2026 | 11:40 WIB

Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:47 WIB

Industri Otomotif Bawa Indeks Kepercayaan Industri Naik Tinggi di Januari 2026

Industri Otomotif Bawa Indeks Kepercayaan Industri Naik Tinggi di Januari 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:19 WIB

Tekanan Fiskal Semakin Berat, Kemenperin Tak Lagi Ngotot Minta Insentif Otomotif

Tekanan Fiskal Semakin Berat, Kemenperin Tak Lagi Ngotot Minta Insentif Otomotif

Otomotif | Kamis, 29 Januari 2026 | 19:40 WIB

Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah

Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 21:39 WIB

Industri Pengolahan RI Loyo di 2025 Gegara Tarif Trump Hingga Geopolitik

Industri Pengolahan RI Loyo di 2025 Gegara Tarif Trump Hingga Geopolitik

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:25 WIB

Sumbang PDB Nasional, Sektor Pertambangan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal di Berbagai Daerah

Sumbang PDB Nasional, Sektor Pertambangan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal di Berbagai Daerah

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 11:03 WIB

Terkini

GWM Ora 03 Resmi Pamit Diduga Karena Masalah Harga

GWM Ora 03 Resmi Pamit Diduga Karena Masalah Harga

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:08 WIB

Matic Bekas atau Bebek Bekas, Mana Motor yang Lebih Awet untuk Jangka Panjang?

Matic Bekas atau Bebek Bekas, Mana Motor yang Lebih Awet untuk Jangka Panjang?

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:50 WIB

6 Komponen Motor yang Wajib Dicek Setelah Mudik, Jangan Diabaikan!

6 Komponen Motor yang Wajib Dicek Setelah Mudik, Jangan Diabaikan!

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:01 WIB

5 Motor Bekas Tangguh di Bawah Rp10 Juta untuk Perantau yang Mau Cari Kerja di Jakarta

5 Motor Bekas Tangguh di Bawah Rp10 Juta untuk Perantau yang Mau Cari Kerja di Jakarta

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:10 WIB

Lebih dari 2 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta Pada Arus Balik Mudik Lebaran 2026

Lebih dari 2 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta Pada Arus Balik Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:55 WIB

Arai Agaska Siap Hadapi Debut Seri Perdana World Sportbike 2026 di Sirkuit Portimao Portugal

Arai Agaska Siap Hadapi Debut Seri Perdana World Sportbike 2026 di Sirkuit Portimao Portugal

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:15 WIB

Isuzu D-Max EV Meluncur Tanpa Mesin Diesel dengan Banderol Rp 800 Jutaan

Isuzu D-Max EV Meluncur Tanpa Mesin Diesel dengan Banderol Rp 800 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:05 WIB

Honda Siapkan Motor Sport 400cc Terbaru dengan Teknologi E-Clutch yang Bikin Penasaran

Honda Siapkan Motor Sport 400cc Terbaru dengan Teknologi E-Clutch yang Bikin Penasaran

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:15 WIB

Lebih Murah dari Honda BeAT? Segini Harga Motor Listrik Indomobil e-Motor Maret 2026

Lebih Murah dari Honda BeAT? Segini Harga Motor Listrik Indomobil e-Motor Maret 2026

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:00 WIB

Berapa Harga Motor Listrik United? Mulai 5 Juta, Jarak Tempuh Lintas Kecamatan hingga Antar Provinsi

Berapa Harga Motor Listrik United? Mulai 5 Juta, Jarak Tempuh Lintas Kecamatan hingga Antar Provinsi

Otomotif | Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:55 WIB