Suara.com - Di balik capaian dan kontribusi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bagi jutaan pengusaha ultra mikro di Indonesia, terdapat sosok-sosok Insan PNM yang bekerja dengan sepenuh hati. Mereka bukan hanya hadir sebagai pendamping nasabah, tetapi juga sebagai pribadi yang ikut bertumbuh, berjuang, dan menemukan makna hidup melalui perannya di PNM.
Bagi banyak Insan PNM, pekerjaan bukan sekadar rutinitas, melainkan perjalanan hidup yang penuh proses dan harapan. Hal ini dirasakan langsung oleh Anisa Liana, Insan PNM Cabang Tegal, yang menilai PNM telah menjadi bagian penting dalam fase-fase krusial kehidupannya.
“Semenjak jadi AO (Account Officer) PNM rezekinya ada saja. Menjadi SAO (Senior Account Officer) waktu saya mau lamaran, lalu menikah empat bulan kemudian mengandung, alhamdulillah jadi KUM (Kepala Unit Mekaar), rezeki anak. Sekarang sudah 3,5 tahun, saya sudah bisa membeli beberapa hal yang dulu hanya jadi impian. Terima kasih PNM sudah menjadi bagian besar dari kehidupan saya,” tutur Anisa.
Cerita serupa datang dari Julfa Tonggol, Insan PNM Cabang Manado, yang merasakan bagaimana PNM membuka ruang bagi kemandirian dan rasa percaya diri.
“Semenjak menjadi AO PNM, banyak hal bisa saya wujudkan dan saya bangga bisa berdiri di atas kaki sendiri. PNM adalah nyawa saya, karena kalau bukan karena PNM saya tidak bisa mewujudkan hal-hal yang dulu saya anggap tidak mungkin. Terima kasih PNM,” ujarnya.
Kisah-kisah tersebut mencerminkan bagaimana PNM tidak hanya berfokus pada pemberdayaan nasabah, tetapi juga memberi ruang bagi karyawannya untuk tumbuh sebagai manusia yang utuh secara profesional, sosial, dan personal. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi tersebut, PNM secara konsisten memberikan reward kepada Insan PNM yang menunjukkan kinerja dan komitmen terbaik, salah satunya melalui program apresiasi berupa perjalanan wisata ke Thailand.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa kekuatan utama PNM terletak pada nilai ketulusan Insan PNM dalam melayani.
“Bagi kami, mendampingi nasabah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi panggilan hati. Insan PNM hadir untuk tumbuh bersama nasabah, merasakan perjuangan mereka, dan ikut menjaga harapan agar tetap menyala. Karena setiap perjuangan layak ditemani,” ujar Dodot.
Melalui semangat melayani sepenuh hati, PNM terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang memberi kesempatan untuk berkembang, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. ***
Baca Juga: 374.839 Pohon Ditanam PNM, Jejak Nyata Hijaukan Negeri di Hari Gerakan Satu Juta Pohon