facebook

Penjelasan Ilmiah: Mengapa Pengemudi Mobil-Pengendara Motor Bisa Terlibat Laka Lantas Bersama

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Penjelasan Ilmiah: Mengapa Pengemudi Mobil-Pengendara Motor Bisa Terlibat Laka Lantas Bersama
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pemobil dan pemotor (Shutterstock)

Beda sudut pandang antara pemobil dan pemotor menyebabkan tabrakan di jalan raya.

Suara.com - Kecelakaan lalu lintas atau laka lantas di jalan raya yang melibatkan mobil dan sepeda motor kekinian masih kerap terjadi. Faktor penyebabnya tentu saja beragam.

Dikutip dari RideApart, dalam sebuah penelitian yang dilakukan para pakar dari Universitas Bournemouth, Inggris salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah cara pandang pengemudi mobil dan pengendara motor di jalan raya kerap berlawanan.

Dalam studi yang dilakukan, Shel Silva selaku memimpin penelitian Universitas Bournemouth memanfaatkan teknologi pandangan mata dan wawancara untuk menilai pengaruh kognitif dan neurologis dari kedua sisi pengguna jalan.

Kecelakaan lalu lintas menewaskan seorang perempuan dan melukai seorang pengendara lainnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/12/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kecelakaan lalu lintas antara mobil dan sepeda motor di Pasar Minggu, Jakarta Selatan (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor cenderung melihat objek yang lebih besar sebagai ancaman.

Baca Juga: Stephan Winkelmann Beri Sinyal Lamborghini Akan Luncurkan Mobil Listrik Pertama di Tahun Ini

Kedua belah pihak sama-sama melihat keberadaan kendaraan komersial sebagai sebuah objek besar yang harus dihindari.

Penelitian juga menemukan bila titik buta (blind spot) alami pada mata manusia dapat menyebabkan pengemudi tidak melihat pengguna jalan lain berada di samping mereka.

Silva juga menyatakan bahwa saccadic masking, sebuah fenomena ketika otak secara selektif memblokir data visual pada gerakan mata juga dapat berperan dalam kebiasaan visual pengemudi.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memahami pengetahuan pengendara sepeda motor dan identifikasi risiko, adalah mungkin menginformasikan pelatihan dan materi yang menarik bagi pengendara sepeda motor dengan lebih baik," kata Silva.

Ia menambahkan, untuk itu pengendara sepeda motor perlu memahami keterampilan tentang cara membaca situasi jalan dan pengguna jalan lainnya.

Baca Juga: Renault-Geely Kolaborasi, Produk Perdana Mobil Listrik Hybrid Meluncur 2024

Penelitian juga menunjukkan bahwa pengemudi harus lebih waspada di jalan, pengendara sepeda motor tidak selalu dapat mengandalkan keterampilan visual demi keselamatan mereka.

Setelah mempelajari data, Silva merekomendasikan pengendara sepeda motor agar sedikit memberikan sinyal sebelum melakukan manuver atau belokan.

Hal ini memungkinkan pengendara sepeda motor menarik perhatian pengemudi mobil dan memberi tanda pada mereka akan niat pengendara.

"Penelitian ini sangat penting bagi saya dan memiliki kesempatan untuk membantu menyelamatkan nyawa pengendara sepeda motor adalah suatu kehormatan pribadi," pungkas Silva.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar