Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aston University School of Biosciences mengungkapkan bila bakteri yang menempel di kabin mobil sangatlah banyak. Lebih parah dibandingkan bakteri yang berkeliaran di toilet.
Situasi bersih di kabin ini tentunya sangat penting, , apalagi kekinian kasus COVID-19 mengemuka lagi, dengan munculnya varian baru Omicron.
![Ilustrasi varian Omicron [Foto: ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/05/78692-ilustrasi-varian-omicron.jpg)
Dalam melakukan penelitian, para pakar mengambil sampel dari dua toilet umum dan lima kendaraan. Satu dari lima kendaraan yang dijadikan sampel baru berumur dua tahun.
Fakta yang lebih mengejutkan adalah setiap kendaraan dalam penelitian mengandung bakteri tinja. Tingkat bakteri tinja tertinggi ditemukan di bagasi.
Padahal bagasi merupakan tempat favorit para pemilik mobil untuk menyimpan bahan makanan.
Studi juga menemukan bahwa semakin tua kendaraan, semakin banyak bakteri yang terdapat di dalam kabin mobil.
"Memang kita tidak perlu khawatir berlebih. Namun di sisi lain orang-orang harus sadar bahwa tidak semua kotoran terlihat oleh mata kita," ujar Dr Jonathan Cox, dikutip dari Carscoops.
Dari hasil penelitian yang didapat, Jonathan Cox menyarankan, pemilik mobil harus lebih perhatian kebersihan kabin mobil mereka. Karena pada akhirnya, ini tentang bagaimana mengurangi risiko terkena penyakit. Termasuk di masa penyebaran virus COVID-19.
Adapun area mobil yang kotor dari hasil penelitian ini adalah:
- Bagasi dengan skor 1.425 bakteri.
- Jok pengemudi dengan skor 649 bakteri.
- Shifter atau tuas persneling 407 bakteri.
- Jok belakang 323 bakteri.
- Dasbor 317 bakteri.
Sedangkan area paling bersih dalam kabin mobil adalah lingkar kemudi atau setir.
Dari penelitian yang didapat, pengguna mobil jadi lebih rajin mencuci tangan dan menggunakan cairan pembunuh bakteri selama pandemi COVID-19.