Sempat Dipajang, Pengunjung Tak Bisa Lagi Lihat Kijang Innova BEV di IIMS 2022

Dythia Novianty | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sempat Dipajang, Pengunjung Tak Bisa Lagi Lihat Kijang Innova BEV di IIMS 2022
Kijang Innova EV Concept di IIMS Hybrid 2022, Kamis (1/4/2022). [Suara.com/Manuel Jeghesta]

PT Toyota Astra Motor (TAM) memberi kejutan dengan Kijang Innova BEV (Battery Electeic Vehicle).

Suara.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) memberi kejutan dengan Kijang Innova BEV (Battery Electeic Vehicle), dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Rupanya, Kijang Innova BEV rupanya hanya dipamerkan selama satu hari. Sehingga, pengunjung tidak bisa lagi melihat penampakan dari mobil bertenaga listrik tersebut.

"Memang kita ingin display lebih lama. Mobil ini sebenarnya digunakan untuk riset and development. Jadi sebelum menggunakan, kita izin untuk meminjam ke pihak pabrikan (TMMIN)," ujar Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM, dalam sesi virtual, Jumat (1/4/2022).

Namun, sambung Anton, bukan tidak mungkin Kijang Innova BEV akan kembali menjadi produk display dalam event otomotif.

Baca Juga: Kaleidoskop 2022: Pameran Otomotif Negeri Sendiri Berlangsung Seru Sepanjang Tahun

"Karena memang perlu menampilkan produk ini (Kijang Innova BEV) di motor show. Kalau maih ada kesempatan kita akan display lagi," ungkap Anton.

Seperti diketahui, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mempercepat program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan.

Kijang Innova EV Concept di IIMS Hybrid 2022, Kamis (1/4/2022). [Suara.com/Manuel Jeghesta]
Kijang Innova EV Concept di IIMS Hybrid 2022, Kamis (1/4/2022). [Suara.com/Manuel Jeghesta]

Aturan ini diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri KBLBB dalam negeri.

Kebijakan ini dilatarbelakangi kebutuhan menghadapi tantangan masa depan, antara lain semakin menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil yaitu Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kondisi ini mengharuskan industri otomotif dunia, tidak sekadar mengembangkan teknologi hemat BBM, tapi mulai mengalihkan tenaga penggerak kendaraan mereka dari teknologi Internal Combustion Engine (ICE) yang menggunakan BBM ke teknologi Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik.

Baca Juga: Toyota Pamer Siluet Produk Baru, Apakah Sosok Innova Hybrid?

Selain itu, Perpres No 55 Tahun 2019 juga bentuk komitmen Indonesia dalam pengendalian isu pemanasan global dan perubahan iklim dengan berkontribusi mengurangi emisi CO2 atau emisi Gas Rumah Kaca (GRK).