facebook

BMW Pilih Pemasok Chip Baru, Konsumen Terima Unit Tanpa Android Auto dan Apple CarPlay

Dythia Novianty | Manuel Jeghesta Nainggolan
BMW Pilih Pemasok Chip Baru, Konsumen Terima Unit Tanpa Android Auto dan Apple CarPlay
Logo BMW (Shutterstock)

BMW memutuskan untuk mengganti pemasok chip semikonduktor untuk mengatasi masalah kekurangan chip yang masih melanda industri otomotif.

Suara.com - BMW memutuskan untuk mengganti pemasok chip semikonduktor untuk mengatasi masalah kekurangan chip yang masih melanda industri otomotif.

Rupanya, hal ini memberikan dampak terhadap konsumen yang sudah melkukan pemesanan.

Pasalnya, perusahaan otomotif asal Jerman tersebut untuk mengirim produk tanpa dilengkapi dengan Android Auto dan Apple CarPlay.

Menurut Automotive News, Senin (16/5/2022), chip dari pemasok baru ini membutuhkan pembaruan software agar Android Auto dan Apple CarPlay bisa berfungsi.

Sehingga untuk sekarang ini, sejumlah mobil tidak dilengkapi oleh kedua fitur konektivitas tersebut dan Wi-Fi.

"Daripada menunda produksi atau serah terima mobil hingga pengerjaan pembaruan perangkat lunak selesai, dengan pembaruan yang tersedia pada akhir Juni," kata Phil Dilanni, Juru bicara BMW yang dikutip dari The Verge.

Baca Juga: BMW Manfaatkan Limbah Pabrik Untuk Produksi Cat

Ilustrasi Apple CarPlay. [Shutterstock]
Ilustrasi Apple CarPlay. [Shutterstock]

Sebelumnya, Audi justru memilih untuk memasarkan sejumlah model tertentu dengan nama "Semiconductor Shortage Package" untuk pasar Amerika Serikat.

Dengan kata lain, perusahaan otomotif asal Jerman itu memasarkan beberapa model yang dimiliki dengan sejumlah fitur direduksi akibat kekurangan chip semikonduktor.

Strategi ini dipilih setelah perusahaan sangat kesulitan untuk mendapatkan pasokan chip, untuk sejumlah fitur keselamatan dan kenyamanan yang harusnya tersemat pada mobil.

Saat ini model yang dipasarkan berlaku untuk model SUV Audi Q5 yang mencakup penghapusan bantuan pengemudi, seperti Adaptive Cruise Control dengan Traffic Jam Assist, Active Lane Assist, dan fitur peringatan saat ada kendaraan di belakang.

Dengan opsi ini, Audi berharap dapat menggaet konsumen yang tetap menginginkan mobil baru tanpa harus menunggu lama.

Baca Juga: Langka Pasokan Chip Semikonduktor dan Lockdown COVID-19, Toyota Prediksi Penurunan Laba

Komentar