facebook

Semikonduktor Masih Langka, Rusia Terapkan Langkah Tak Terduga

Cesar Uji Tawakal
Semikonduktor Masih Langka, Rusia Terapkan Langkah Tak Terduga
Ilustrasi 'airbag' pada mobil. [Shutterstock/Thieury]

Mereka menurukan standar emisi minimal dan juga tak mewajibkan mobil yang diproduksi dibubuhi sistem keamanan otomatis.

Suara.com - Produsen kendaraan saat ini sedang berfokus untuk menghadapi era elektrifikasi dan juga pengetatan standar emisi.

Hal ini membuat kebutuhan akan piranti semikonduktor makin meroket, walaupun pada faktanya komponen ini masih mengalami kelangkaan.

Terkait hal tersebut, langkah tak terduga tengah dipersiapkan oleh pihak Pemerintah Rusia.

Seperti dilansir dari Rusautonews, Pemerintah Rusia menerbitkan Dekrit No 855 yang memungkinkan pembuat mobil memproduksi mobil baru tanpa ABS dan EPS.

Baca Juga: Galakkan Olahraga Otomotif, Ini Bentuk Dukungan ITDC dan MGPA

Sistem peringatan darurat ERA-GLONASS yang berfungsi untuk membuat laporan jika ada kondisi urgent, mungkin tidak memiliki fungsi operasi otomatis setelah kecelakaan.

Ilustrasi knalpot mobil. [Shutterstock]
Ilustrasi knalpot mobil. [Shutterstock]

Persyaratan untuk sertifikasi mobil disederhanakan, yang menghilangkan kebutuhan akan airbag dan pretensioner sabuk pengaman.

Selain itu, semua standar lingkungan sekarang berlaku di Rusia, dari Euro-0 hingga Euro-5, yang memungkinkan produksi mobil dengan standar emisi gas buang tahun 1988.

Kekurangan chip global dan sanksi yang dikenakan pada Rusia berdampak negatif terhadap produksi kendaraan di negara itu. Masa berlaku sk baru ditetapkan hingga 1 Februari 2023.

Baca Juga: Kia Siapkan Fasilitas Produksi Baru di Korea, Ini Tujuannya

Komentar