facebook

Berkaca dari Pengalaman Lewis Hamilton: Tidak Ada Tempat Buat Rasisme

RR Ukirsari Manggalani
Berkaca dari Pengalaman Lewis Hamilton: Tidak Ada Tempat Buat Rasisme
Driver F1 Mercedes asal Inggris, Lewis Hamilton berdiri bersama ibunya Carmen Lockhart, saat ia dianugerahi gelar ksatria (Knighthood) atas jasanya di dunia balap, di Windsor Castle sebelah barat London pada 15 Desember 2021. [AFP/Andrew Matthews / POOL]

Lewis Hamilton menyatakan komentar bernada rasis sudah kuno, perlu diubah.

Suara.com - Nelson Piquet, camer alias calon mertua Max Verstappen, driver balap Formula 1 (F1) tim Red Bull Racing tidak terima calon menantunya dilibas Lewis Hamilton, driver tim Mercedes di trek. Hasilnya, keluar kalimat berbau rasis.

Dikutip kantor berita Antara dari Crash, isu rasisme ini kembali mencuat di pentas motorsport.

Sebuah tayangan video menunjukkan bahwa juara dunia F1 tiga kali asal Brasil, Nelson Piquet telah berkomentar bernada derogatory atau merendahkan kepada juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton.

Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton (tengah), menjuarai seri 10 F1 GP Inggris disusul kemudian oleh rekan setimnya, Valtteri Bottas (kiri), dan pebalap Ferrari, Kimi Raikkonen, di Sirkuit Silverstone, Minggu (16/7/2017). [AFP/Andrej Isakovic]
Driver F1 tim Mercedes, Lewis Hamilton (tengah), saat menjuarai seri 10 F1 GP Inggris 2017 disusul kemudian oleh rekan setimnya, Valtteri Bottas (kiri), dan pebalap Ferrari, Kimi Raikkonen, di Sirkuit Silverstone, Minggu (16/7/2017). [AFP/Andrej Isakovic]

Yaitu dalam wawancara yang diambil pada November 2021 dan membahas F1 GP Inggris di Silverstone tahun itu.

Baca Juga: Wisma BCA Foresta Dilengkapi SPKLU, Hadirkan Nilai Tambah Bagi Pengguna Mobil Listrik

Nelson Piquet mengkritik Lewis Hamilton karena menyebabkan kecelakaan dengan Max Verstappen dan mengeluarkan perbendaharaan kata ganti berbau rasis dalam bahasa Portugis untuk menyebut Lewis Hamilton.

Menjelang balapan F1 GP Silverstone 2022 pekan ini, Lewis Hamilton memberikan pernyataan via media sosial Twitter.

"Ini lebih dari sekadar bahasa. Pola pikir kuno harus berubah dan tidak memiliki tempat dalam olah raga kami," tulisnya tanpa mengacu secara spesifik kepada cara Nelson Piquet memberikan julukan kepadanya.

"Saya dikelilingi oleh sikap-sikap seperti ini dan menjadi sasaran di sepanjang hidup saya. Banyak waktu untuk belajar. Saatnya bertindak," tandasnya.

Sementara F1 juga memberikan pernyataan tegas pada Selasa (28/6/2022) tentang rasisme di ranah balapannya.

Baca Juga: Kunjungan ke Okazaki Plant, Menperin Test Drive Mobil Listrik Mitsubishi eK X EV

"Diskriminasi atau bahasa rasis tidak bisa diterima dalam bentuk apapun dan tidak mendapat tempat di masyarakat. Lewis Hamilton adalah duta yang luar biasa bagi olah raga kami dan layak dihormati. Upaya tanpa lelah yang ia lakukan demi meningkatkan keberagaman dan inklusi adalah pelajaran bagi khalayak dan sesuatu yang menjadi komitmen kami di F1," demikian bunyi pernyataan itu.

Sementara tim Mercedes turut memberikan pernyataan resmi lewat media sosial.

"Kami sangat mengutuk penggunaan bahasa rasis atau diskriminatif dalam bentuk apapun. Lewis telah memimpin upaya olah raga kami memerangi rasisme, dan dia adalah juara sejati dalam keberagaman dan di luar trek," demikian bunyi pernyataan tim di mana Lewis Hamilton yang mendapatkan gelar knighthood dari Kerajaan Inggris bernaung. 

"Bersama, kami berbagi visi untuk dunia balap yang beragam dan inklusif, dan insiden ini menekankan pentingnya terus berjuang untuk masa depan yang lebih cerah," tutup pernyataan itu.

Komentar