Wuling Buka Peluang Produksi Mobil Listrik Murah Jenis SUV

Liberty Jemadu
Wuling Buka Peluang Produksi Mobil Listrik Murah Jenis SUV
Harga Wuling Air ev di Indonesia mulai Rp 238 juta. [Antara]

Baterai masih menjadi komponen yang membuat harga mobil listrik lebih mahal.

Suara.com - Perusahaan otomotif Wuling Motors Indonesia mengaku berharap bisa memproduksi mobil listrik murah jenis SUV dan LMPV di Tanah Air.

Berdasarkan laporan asosiasi produsen mobil Indonesia atau Gaikindo, SUV dan LMPV masih jadi model favorit di Indonesia, terutama yang harganya di bawah Rp 300 juta. Di sisi lain minat pasar di Tanah Air juga kain tinggi, tetapi harga mobil listrik masih mahal.

"Semoga ke depannya bisa. Kita arahnya juga ingin ke sana. Semakin banyak teknologi yang diadopsi, mendapat sambutan bagus, dan market-nya tumbuh, harga dasar teknologi pasti akan mengikuti," kata Product Planning Wuling Motors Danang Wiratmoko saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/9/2022) malam.

Sementara menurut laporan dari Finance Buzz, salah satu faktor yang menyebabkan masih susah bagi pabrikan untuk membuat kendaraan listrik murah adalah baterai.

Baca Juga: Bersaing di Segmen SUV, Wuling Bekali Almaz EX dengan Fitur WIND

Mobil listrik berjalan dengan baterai lithium-ion, yang jauh lebih mahal dalam bahan dan pembuatan daripada baterai untuk mobil biasa dan kendaraan hibrida.

Laporan tersebut mengatakan, meski biaya baterai lithium telah turun drastis selama 12 tahun terakhir sejak Nissan Leaf dan Chevrolet Volt diperkenalkan, namun, harganya masih relatif mahal dibandingkan baterai lain.

Di sisi lain, Brand & Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani mengatakan bicara soal mobil listrik tentu tak lepas dari segala ekosistem yang mendukungnya. Menurut Dian, transisi elektrifikasi juga membutuhkan peran semua pihak, termasuk pabrikan, industri, pemerintah, hingga masyarakat sebagai konsumen.

"Kalau bicara soal mobil listrik, Indonesia sekarang sedang di masa transisi dan pemerintah juga mempercepat elektrifikasi. Kita harus melihat pula respons market seperti apa, dan kita harus bicarakan semuanya, tidak cuma produk saja, tapi juga layanan, ekosistem, jaringan, konsumen, dan kebiasaan berkendara yang harus dipertimbangkan," jelas Dian.

"Sekarang, kita mau fokus ke Air ev dulu tahun ini. Perkembangan market berubah-ubah dan dinamis. Kita lihat perkembangan market-nya seiring dengan perkembangan industri," imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Wajibkan Kendaraan Dinas Listrik, Dua Mobil Listrik Ini Bakal Laris

Sementara itu, Wuling Air ev hadir dengan dua varian model. Air ev Standard Range menawarkan jarak tempuh hingga 200 kilometer, kapasitas baterai 14,3 kWH dengan waktu pengisian daya 8,5 jam dengan daya 2.0 kW.

Komentar