Target Penurunan Emisi 2025, Kementerian ESDM Sebutkan 1,3 Juta Motor Listrik Berpartisipasi

Kamis, 06 Oktober 2022 | 19:49 WIB
Target Penurunan Emisi 2025, Kementerian ESDM Sebutkan 1,3 Juta Motor Listrik Berpartisipasi
Menteri ESDM Arifin Tasrif (kanan), Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (tengah) dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengendarai motor listrik hasil konversi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (24/6/2022). [Antara/PLN]

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan terus mendorong peralihan penggunaan kendaraan listrik, pengembangan biofuel, serta teknologi baru seperti green hydrogen atau nuklir. Demikian diungkap dalam diskusi daring Indonesia Sustainable Energy Week, di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Dikutip dari kantor berita Antara, Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 231,2 juta ton CO2 pada 2025 guna mencapai Net Zero Emission atau NZE 2060.

"Energi terbarukan merupakan salah satu alternatif kami dalam menurunkan emisi GRK. Kami juga memiliki peta jalan untuk dekarbonisasi dalam rangka menuju NZE di 2060 atau lebih cepat," jelas Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM dalam diskusi itu.

Deretan motor listrik yang tersedia di arena test drive indoor GIIAS 2022 pada Kamis (11/8/2022).[Suara.com/Liberty Jemadu]
Deretan motor listrik yang tersedia di arena test drive indoor GIIAS 2022. Sebagai ilustrasi bermacam sepeda motor listrik menuju era elektrifikasi Indonesia [Suara.com/Liberty Jemadu]

Target penurunan emisi yang terdekat pada 2025 akan dilakukan melalui beberapa langkah, di antaranya dari sisi pasokan. Dengan cara melalui pemanfaatan PLTS atap, percepatan waste to energy, pengembangan PLTBm skala kecil, dan penambahan PLTA.

Kemudian dari sisi permintaan, pemerintah mendorong penggunaan kompor induksi 1,8 juta rumah tangga, dymethyl ether untuk menggantikan LPG rumah tangga, penerapan 300 ribu mobil listrik dan 1,3 juta motor listrik, jaringan gas untuk 5,2 juta sambungan rumah, serta mandatori biodiesel 30 persen pada 2025.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan target pengurangan emisi karbon dalam enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, dari 29 persen dengan usaha sendiri, menjadi 31,89 persen pada 2030.

Andriah Feby Misna menyebutkan bahwa perubahan target dari 29 persen menjadi 31,89 persen pada 2030 pasti akan berdampak kepada peta jalan transisi energi yang tengah disiapkan.

"Terus terang energy transition roadmap ini, kami masih terus gerak dinamis, untuk melakukan pemodelannya memang ini akan terjadi pergeseran lagi," tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan 2 Juta Sepeda Motor Listrik pada 2025, Menhub Fokus Tiga Hal Utama Menuju Transisi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI