Zak Brown Menegaskan Tim Red Bull F1 Harus Dihukum Karena Bertindak Curang

Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:53 WIB
Zak Brown Menegaskan Tim Red Bull F1 Harus Dihukum Karena Bertindak Curang
CEO McLaren Zak Brown di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada ( 8/6/2019), di F1 GP Kanada [Getty Images via AFP/Dan Mullan].

Suara.com - Red Bull Racing saat ini sedang sedang menunggu keputusan Federasi Otomotif Internasional (FIA) sehubungan hukuman atas pelanggaran biaya atau budget berlebih selama balap Formula 1 atau F1 musim 2022. Selain itu, Red Bull Racing juga dianggap telah melakukan pelanggaran prosedural.

Beberapa saat lalu, para insan F1, mulai driver sampai pemilik tim menunggu hasil pengumuman FIA atas audit setiap konstruktor yang berlaga. Untuk menilik bagaimana aturan atau rules ditegakkan, dan seluruh kontestan bebas dari kecurangan alias tidak melakukan tindakan yang merugikan tim lain, termasuk membuat nilai sportivitas anjlok.

Balapan Formula 1 (F1) GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (17/3/2019). [AFP/Peter Parks]
F1 GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne 2019, sebagai ilustrasi [AFP/Peter Parks]

Zak Brown, CEO McLaren F1 adalah salah satu tokoh di jajaran manajerial balap jet darat yang ingin tim Red Bull mendapat hukuman. Ia telah menyurati FIA untuk memberi tahu bahwa yang dilakukan adalah kecurangan.

"Pelanggaran atas pengeluaran berlebihan, dan mungkin pelanggaran prosedural adalah bentuk kecurangan sehingga mendapatkan keuntungan signifikan dari seluruh peraturan teknis, olah raga, dan keuangan,"kata Brown dalam suratnya, dikutip dari Autoevolution.

Intinya, tambah Brown, setiap tim yang telah melebih-lebihkan budget telah memperoleh keuntungan yang tidak adil untuk pengembangan mobil. Baik saat ini dan tahun berikutnya.

Zak Brown menyampaikan surat itu kepada presiden FIA Mohammed Ben Sulayem dan kepada CEO F1 Stefano Domenicali.

Stefano Domenicali. (Sky Sports)
Stefano Domenicali. (Sky Sports)

Ia juga mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi tim untuk mengeluarkan uang terlalu banyak. Hukuman finansial saja tidak akan cukup sebagai bentuk pencegahan terhadap kecurangan seperti ini.

"Kami menyarankan bahwa pengeluaran berlebih harus dihukum dengan cara pengurangan batas biaya tim untuk tahun setelah keputusan ditetapkan. Dan hukuman harus sama dengan pengeluaran berlebih ditambah dengan denda," ujarnya memberikan gambaran cara melakukan kalkulasi atas kesalahan itu.

"Ini harus ditegakkan di tahun berikutnya, untuk mengurangi keuntungan pada tim tertentu dan akan terus diuntungkan," tutup Zak Brown.

Baca Juga: Berkaca dari Badai Ian, Departemen Transportasi Amerika Serikat Rancang Protokol Keselamatan Mobil Listrik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI