LNHAM Bongkar Dugaan Penyiksaan Massa Aksi Agustus 2025: Wajah Dilumuri Cabai dan Gigit Lonceng

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 20 April 2026 | 17:42 WIB
LNHAM Bongkar Dugaan Penyiksaan Massa Aksi Agustus 2025: Wajah Dilumuri Cabai dan Gigit Lonceng
Ilustrasi demonstrasi 25 Agustus di depan Gedung DPR RI yang berakhir. (Antara)
baca 10 detik
  • LNHAM melaporkan adanya tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap peserta unjuk rasa periode Agustus hingga September 2025.
  • Investigasi di Jakarta pada April 2026 menemukan praktik penyiksaan dan penghinaan martabat saat proses penangkapan hingga tahap penahanan.
  • LNHAM mendesak reformasi struktural institusi kepolisian untuk menghentikan budaya kekerasan serta mencegah keberulangan pelanggaran hak asasi manusia tersebut.

Suara.com - Temuan investigasi Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia (LNHAM) mengungkapkan laporan hasil penyelidikan terkait penanganan aksi unjuk rasa Agustus–September 2025.

Tim menemukan dugaan praktik kekerasan hingga perlakuan tidak manusiawi terhadap peserta aksi, termasuk tindakan yang dinilai merendahkan martabat.

Asisten Utama Penegakan Hukum Ombudsman Republik Indonesia Siti Uswatun Hasanah mengungkap, kekerasan terjadi sejak tahap penangkapan hingga penanganan massa aksi di lapangan.

“Kami menemukan ada yang mukanya dilumuri cabai, diminta menggigit lonceng, dan lain sebagainya. Cara-cara seperti ini tidak boleh terjadi lagi, dan ini memang harus dihentikan,” ujar Siti dalam pemaparan hasil investigasi di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Temuan tersebut menjadi salah satu titik paling disorot dalam laporan karena menunjukkan pola perlakuan yang tidak hanya represif, tetapi juga mengandung unsur penghinaan terhadap korban.

Tidak berhenti di situ, investigasi juga mencatat dugaan pelanggaran serius dalam tahap penahanan dan pemeriksaan terhadap peserta aksi.

Siti menyebut adanya indikasi penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang terjadi setelah penangkapan.

“Dalam tahap penahanan dan pemeriksaan, ditemukan indikasi penyiksaan, perlakuan yang kejam dan tidak manusiawi lainnya, termasuk kekerasan fisik, penanganan psikologis, dan penangkapan terhadap kebutuhan besar,” imbuhnya.

Rangkaian tindakan tersebut dinilai tidak sekadar pelanggaran prosedur, tetapi telah menyentuh aspek mendasar hak asasi manusia yang seharusnya dilindungi dalam kondisi apa pun.

baca juga

“Kondisi ini melanggar prinsip larangan penyiksaan, perlakuan, dan penghukuman lainnya yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia,” ujarnya.

Lebih jauh, Siti menilai praktik-praktik tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan mencerminkan persoalan yang lebih dalam di level institusi.

LNHAM kemudian mendesak adanya reformasi struktural terhadap kepolisian saat berhadapan dengan masyarakat sipil.

“Hal tersebut mencerminkan budaya institusional yang permisif terhadap kekerasan, sehingga diperlukan reformasi struktural agar keberulangan pelanggaran serupa tidak terjadi lagi,” kata Siti.

Diketahui, Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia (LNHAM) itu terdiri dari Komisi Nasional anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Tim tersebut bersama Komnas HAM membentuk Tim Independen LNHAM Pencarian Fakta untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM oleh negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Independen LNHAM Ungkap Dugaan Pelanggaran HAM Oleh Negara Saat Demo 2025

Tim Independen LNHAM Ungkap Dugaan Pelanggaran HAM Oleh Negara Saat Demo 2025

News | Senin, 20 April 2026 | 17:22 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Pemerintah Susun Peta Jalan Penyelesaian HAM Berat, Tekankan Pentingnya Permintaan Maaf Negara

Pemerintah Susun Peta Jalan Penyelesaian HAM Berat, Tekankan Pentingnya Permintaan Maaf Negara

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:34 WIB

Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya

Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya

Your Say | Senin, 16 Maret 2026 | 13:20 WIB

PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!

PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 18:09 WIB

Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 16:29 WIB

Pemburuan Terbesar Sejak 98: 700 Anak Muda Diproses Usai Demo Agustus 2025

Pemburuan Terbesar Sejak 98: 700 Anak Muda Diproses Usai Demo Agustus 2025

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:12 WIB

Terkini

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:48 WIB

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Surakarta | Minggu, 13 September 2026 | 11:47 WIB

5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini

5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:45 WIB

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro

Jakarta | Minggu, 13 September 2026 | 11:44 WIB

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

×