Kapolri Wanti-wanti, Minta Polisi Gunakan Mobil Setara Forkompimda

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Kapolri Wanti-wanti, Minta Polisi Gunakan Mobil Setara Forkompimda
New Toyota Kijang Innova yang meluncur bersama New Toyota Fortuner, Kamis (15/10/2020). Sebagai ilustrasi [PT Toyota-Astra Motor].

Anggota Polri bisa berkaca pada Forkopimda, menilik kendaraan apa yang digunakan sosok pemerintahan, bukan melebih-lebihkan.

Suara.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali menyoroti gaya hidup mewah polisi yang terkesan hedonis. Perilaku oknum Kepolisian yang mengunjukkan materi juga pernah disinggung Presiden RI Joko Widodo dalam pertemuan dengan Kapolda hingga Kapolres.

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa kebiasaan berpenampilan hedon harus dihilangkan. Termasuk penggunaan motor gede atau moge yang kerap ditonjolkan oknum pejabat Polri.

"Terkait dengan gaya hidup mewah, Pak Presiden juga sudah betul-betul memberikan penjelasan secara gamblang. Saya kira masalah kebiasaan-kebiasaan menggunakan mobil-mobil bagus, motor gede, situasinya lagi tidak baik," papar Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam tayangan video yang diunggah di akun resmi Instagram @listyosigitprabowo.

Baca Juga: Kapolri Sampai Turun Gunung Menyoal Tewasnya Mahasiswa Akibat Ditabrak Rombongan Petinggi Polri

Ia mengambil contoh seperti seorang bupati hanya menggunakan mobil Toyota Kijang Innova. Sehingga Polisi juga tidak menggunakan kendaraan yang lebih mewah.

"Dalam hubungan Forkopimda sesuaikan saja dengan yang lain. Misalkan bupati pakai Innova ya jangan kita pakai mobil yang lebih baik dari itu. Samakan saja. Apalagi pada saat melaksanakan dinas disesuaikan," tegas Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Kapolres seperti apa, Kapolda seperti apa, Kapolsek seperti apa sehingga kemudian kita tidak terlihat mencolok karena berbeda dan itu dianggap menjadi hal-hal yang kemudian dianggap hedonis,” sambungnya.

Lebih jauh, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebutkan memang beberapa di antara polisi ada yang berasal dari keluarga yang tingkat perekonomiannya terbilang tinggi. Namun dia menekankan, hal itu bukan menjadi alasan untuk memamerkan gaya hidup hedonis.

Baca Juga: Jokowi Soroti Kasus Bayi Minum Kopi Susu, Singgung Kader Posyandu dan BKKBN: Penyuluhan Itu Penting

"Memang sulit tapi harus kita lakukan. Ingatkan keluarga kita karena memang apa pun yang terjadi dengan keluarga kita sorotannya tetap kepada anggota Polri, sorotannya terhadap institusi Polri," pungkasny