Beda dengan Menteri Airlangga, Moeldoko Nilai Insentif untuk Mobil Hybrid Tidak Penting

Liberty Jemadu

Selasa, 20 Februari 2024 | 18:22 WIB
Beda dengan Menteri Airlangga, Moeldoko Nilai Insentif untuk Mobil Hybrid Tidak Penting
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengunjungi booth Hyundai di IIMS 2024, Selasa (20/2/2024). [Dok Hyundai Motors Indonesia]

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan bahwa insentif untuk mobil listrik (Electric Vehicle/EV) lebih mendesak ketimbang mobil hybrid, yang mengombinasikan mesin berbahan bakar minyak dan listrik.

Moeldoko, yang juga Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), bahkan bilang insentif mobil hybrid tidak terlalu penting, karena jenis kendaraan tersebut masih menggunakan bahan bakar bensin.

Padahal pada pekan ini Menteri Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa insentif mobil hybrid sedang dikaji dan akan diatur oleh pemerintah.

“Menurut saya tidak terlalu penting, karena masih pakai bensin,” ujar Moeldoko saat menghadiri pameran otomotif IIMS 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Saat ditanya mengenai nasib insentif untuk mobil hybrid, Moeldoko menjelaskan bahwa pemerintah lebih condong memberikan insentif keringanan pajak kepada kendaraan yang sepenuhnya bertenaga listrik.

Menurut dia mobil listrik akan lebih berdampak pada negara, utamanya membantu mencapai misi lingkungan nol emisi (net zero emission/NZE) pada 2060.

Mobil listrik, lanjut Moeldoko, juga dapat mengurangi beban pemerintah dalam hal impor bahan bakar minyak (BBM) yang harganya hingga kini semakin tinggi.
 
“Lebih baik di EV, karena dampak nyata EV itu ada dua, dampak positifnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara, yang pertama masalah lingkungan, yang kedua masalah besaran import BBM kita itu sangat-sangat besar,” Moeldoko menambahkan.

Pemerintah memang tengah menggodok peraturan yang dikabarkan akan segera disahkan, terkait insentif untuk kendaraan hybrid di Indonesia.

Menteri Airlangga di Jakarta pada Senin kemarin mengatakan bahwa aturan insentif untuk mobil hybrid masih dikaji dan bentuknya akan mirip dengan insentif mobil listrik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitsubishi Beri Sinyal Bawa Xpander Hybrid ke Indonesia

Mitsubishi Beri Sinyal Bawa Xpander Hybrid ke Indonesia

Otomotif | Senin, 19 Februari 2024 | 08:10 WIB

Kehadiran Mobil Hybrid Murah Toyota Hanya Tinggal Menunggu Waktu

Kehadiran Mobil Hybrid Murah Toyota Hanya Tinggal Menunggu Waktu

Otomotif | Sabtu, 17 Februari 2024 | 12:35 WIB

Jajaran Produk Hybrid Toyota Curi Perhatian Jokowi

Jajaran Produk Hybrid Toyota Curi Perhatian Jokowi

Otomotif | Jum'at, 16 Februari 2024 | 11:40 WIB

Dinanti Pelaku Industri Otomotif, Insentif Mobil Hybrid Masih akan Dikaji

Dinanti Pelaku Industri Otomotif, Insentif Mobil Hybrid Masih akan Dikaji

Otomotif | Kamis, 15 Februari 2024 | 17:50 WIB

Toyota Hadirkan Velfire Hybrid di IIMS 2024, Harga Tembus Rp 1,8 Miliar

Toyota Hadirkan Velfire Hybrid di IIMS 2024, Harga Tembus Rp 1,8 Miliar

Otomotif | Kamis, 15 Februari 2024 | 17:35 WIB

Terkini

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

News | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:10 WIB

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya

Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

×