Suzuki Putuskan Pamit dari Thailand, Indonesia Kebagian Berkah

Sabtu, 08 Juni 2024 | 13:15 WIB
Suzuki Putuskan Pamit dari Thailand, Indonesia Kebagian Berkah
Logo Suzuki. (Foto: Suzuki)

Suara.com - Suzuki kembali membuat langkah mengejutkan dengan mengumumkan penutupan pabrik perakitannya di Thailand pada tahun 2025 mendatang.

Keputusan ini diambil setelah bertahun-tahun penjualan Suzuki di Thailand mengalami stagnasi dan kalah bersaing dengan merek lain.

“Kami telah melakukan penjualan di Thailand, namun kenyataanya volume penjualan tidak tumbuh sebanyak yang diharapkan,” ujar salah satu juru bicara Suzuki seperti dikutip dari asia.nikkei.com.

Pabrik Suzuki di Rayong, Thailand, saat ini memproduksi beberapa model populer seperti Celerio, Ciaz, dan Swift. Pabrik ini telah beroperasi sejak tahun 2012 dan bahkan sempat mengekspor beberapa modelnya ke Indonesia.

Penutupan pabrik ini menandakan era baru bagi Suzuki di Thailand. Di balik penutupan ini, ternyata ada berkah tersendiri bagi Indonesia.

Nantinya, produk Suzuki di Thailand akan diimpor secara utuh (CBU) dari beberapa negara produsen mobil Suzuki, seperti Jepang, India, dan Indonesia.

All-New Suzuki Ertiga Hybrid menggunakan sumber tenaga yang berasal dari mesin bensin konvensional digabungkan ISG (Integrated Starter Generator) dan Lithium-Ion Battery.  [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
All-New Suzuki Ertiga Hybrid menggunakan sumber tenaga yang berasal dari mesin bensin konvensional digabungkan ISG (Integrated Starter Generator) dan Lithium-Ion Battery. [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Indonesia sendiri memiliki peran penting dalam strategi baru Suzuki ini. Saat ini, PT Suzuki Indomobil Motor (SIS) di Cikarang mengekspor beberapa model ke Thailand, yaitu Ertiga, XL7, dan Carry. Kemungkinan besar, ekspor model-model ini akan semakin ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Thailand setelah penutupan pabrik.

Keputusan Suzuki untuk menutup pabriknya di Thailand merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang berubah. Diharapkan langkah ini dapat membantu Suzuki untuk meningkatkan efisiensi dan daya saingnya di Thailand.

Penutupan pabrik Suzuki di Thailand juga menjadi pengingat akan ketatnya persaingan di industri otomotif. Merek-merek baru, seperti BYD, MG, Neta, dan GWM, terus bermunculan dan memberikan tekanan besar bagi merek-merek tradisional seperti Suzuki.

Baca Juga: Menpora RI Optimis Timnas Indonesia Mampu Menang Lawan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI