Awas! Belajar Mengemudi Tak Disarankan Langsung ke Jalan Raya, Ini Alasannya

Selasa, 06 Agustus 2024 | 09:04 WIB
Awas! Belajar Mengemudi Tak Disarankan Langsung ke Jalan Raya, Ini Alasannya
Ilustrasi mengemudi. (Unsplash/Takahiro Taguchi)

Suara.com - Belajar mengemudi terkadang menjadi hambatan seseorang di Jalan Raya. Hal itu terjadi karena pengemudi belum mahir, hingga akhirnya menimbulkan kemacetan. 

Menyetir di jalan bagi yang masih belajar terkadang  dianggap menganggap lumrah. Namun hal itu masih belum disarankan. 

Menyadur dari Toyota Astra, ada tahapan seseorang yang latihan mengemudi mobil boleh belajar ke jalan umum. Pengemudi yang baru mau belajar mobil harus melewati beberapa step supaya siap menghadapi semua masalah yang berpotensi timbul.

1. Belajar di Lembaga Kursus

Calon pengendara sebaiknya berlatih di lembaga kursus mengemudi mobil terakreditasi supaya didampingi instruktur yang kompeten. Sebab, risiko belajar mengemudi sangat besar, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Selain instruktur yang kompeten, mobil milik lembaga kursus menyetir telah dilengkapi rem darurat di sisi penumpang. Sehingga ketika ada kemungkinan masalah seperti akan menabrak kendaraan lain, instruktur dapat melakukan langkah pencegahan.

Dengan mobil latihan dan instruktur yang kompeten, kemungkinan kecelakaan bisa ditekan. Selain itu, mobil latihan mengemudi dilengkapi stiker peringatan agar pengendara lain paham ada pengemudi pemula sedang belajar.

Dalam tahap awal ini, pengemudi pemula harus benar-benar matang dan penguji harus yakin bahwa anak muridnya sudah siap diberi tanggungjawab mengemudi di jalan. Kebiasaan orang Indonesia ‘learning by doing’ tidak dianjurkan karena peserta latihan belum mengerti dasar-dasar menyetir.

2. Asah Skill Berkendara

Skill berkendara juga perlu diasah dengan menerapkan metode yang benar sejak awal. Itulah mengapa wajib ada instruktur yang kompeten dalam mendidik cara berkendara. Termasuk mempelajari rambu dan marka jalan, aturan-aturan lalu lintas, serta etika berkendara demi keamanan semua pihak.

Baca Juga: Jaga Keamanan dan Ketertiban, Ini 2 Kegiatan Dilarang di Jalan Raya Saat Ramadan

3. Menjaga Etika

Etika mengemudi yang wajib dipelajari seperti tidak membunyikan klakson sembarangan, etika pindah lajur, etika saat berada di persimpangan, mendahului dengan cara yang aman, parkir paralel dan seri, timing menyalakan lampu hazard, dan lainnya.

Hal ini juga berlaku bagi pengemudi yang ingin berkendara dengan mobil transmisi berbeda dari yang biasa digunakan. Seperti pengemudi mobil manual yang ingin belajar mobil matik, ataupun sebaliknya. Pahami perbedaannya dan cara mengendalikannya, baru latihan mengemudi di jalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI