Suara.com - Tesla, raksasa otomotif listrik dunia, telah memutuskan untuk menunda rencana pembangunan pabrik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengevaluasi kembali strategi investasinya secara global.
Alih-alih membangun pabrik, Tesla kini lebih berfokus pada pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
"Tesla saat ini hanya membahas stasiun pengisian daya," ungkap media Thailand, The Nation Thailand.
"Tesla saat ini hanya membahas stasiun pengisian daya, dengan rencana pabrik yang ditangguhkan tidak hanya di Thailand tetapi di seluruh dunia. Mereka tidak melanjutkan di Malaysia, Indonesia, atau di mana pun kecuali China, Amerika, dan Jerman," kata sumber tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa Tesla ingin memastikan ekosistem kendaraan listrik yang lebih lengkap sebelum memperluas produksi.
![CEO Tesla, SpaceX, dan X/Twitter Elon Musk disambut Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Bali, Minggu (19/5/2024). Kedatangan Elon Musk akan meresmikan layanan internet Starlink di Indonesia. [Foto: Kemenko Marves]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/05/19/44189-elon-musk-dan-luhut-dalam-peresmian-starlink.jpg)
Menanggapi keputusan Tesla, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan alsan kenapa Tesla batal investasi ke Indonesia.
“Kelihatan EV China oversupply, harganya China lebih murah dari mereka, jadi dia (Elon Musk) masih menunggu beberapa waktu untuk berpikir investasi di mana pun,” ujar Luhut dilansir dari Antara News.
Bahkan, kata Luhut melanjutkan, pabrik Tesla di Meksiko dan Jerman pun mengurangi produksi mereka.
Langkah tersebut diambil Elon Musk setelah mempertimbangkan kondisi dari pasar dunia.
“Jadi, mereka masih melihat pasar dunia. (Setelah) lebih tenang, nanti baru mereka akan masuk,” kata Luhut.
Keputusan Tesla untuk menunda investasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tidak menyurutkan semangat pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan listrik.
Indonesia akan terus berupaya menarik investasi dan membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat.