Beda Banget dengan di Indonesia, Polisi di Negara Tetangga Malah Bagi Uang hingga Rp3 Juta jika...

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 07 Januari 2025 | 20:00 WIB
Beda Banget dengan di Indonesia, Polisi di Negara Tetangga Malah Bagi Uang hingga Rp3 Juta jika...
Sejumlah petugas kepolisian memberikan himbauan kepada pengendara yang melanggar peraturan saat Operasi Patuh Jaya 2024 di Jalan Letjen S Parman, Jakarta, Senin (15/07/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Di Indonesia, kita sudah terbiasa melihat polisi berseragam cokelat dengan setia berdiri di tengah terik matahari, mengatur lalu lintas dan menilang pelanggar.

Namun Vietnam punya cara berbeda - mereka justru mengajak setiap warganya menjadi "polisi dadakan" dengan iming-iming hadiah jutaan rupiah.

Dilansir dari Carscoops, pemerintah Vietnam melibatkan warga untuk menjadi "polisi dadakan". Alih-alih polisi yang menilang, justru tetangga sebelah yang merekam pelanggaran Anda bisa mendapat hadiah hingga 5 juta Vietnam Dong atau setara Rp3 juta.

Kebijakan unik ini mulai berlaku Januari 2025, menjadikan setiap warga Vietnam berpotensi menjadi mata dan telinga penegak hukum lalu lintas.

Program ini lahir dari keprihatinan pemerintah Vietnam melihat jalanan mereka yang semakin semrawut.

Dari pengendara yang hobi tancap gas saat lampu merah, hingga aksi "mundur teratur" di jalan tol yang membuat nyali menciut. Alih-alih menambah jumlah polisi, Vietnam memilih mengaktifkan peran warga dengan imbalan menggiurkan.

Pengendara terjebak kemacetan di Jakarta, Jumat (8/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengendara terjebak kemacetan di Jakarta, Jumat (8/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Mekanismenya sederhana: rekam pelanggaran, laporkan melalui aplikasi VNeTraffic, dan dapatkan hadiah 10 persen dari nilai denda. Semakin besar pelanggaran yang dilaporkan, semakin tebal pula amplop yang diterima. Bandingkan dengan Indonesia yang masih mengandalkan tilang manual atau e-TLE tanpa insentif khusus bagi pelapor.

Vietnam tidak tanggung-tanggung dalam menerapkan denda. Jika di Indonesia tilang lampu merah mungkin masih bisa ditawar, di sana dendanya bisa mencapai Rp16 juta. Belum lagi pelanggaran berat yang dendanya bisa mencapai 30 kali lipat dari sebelumnya.

Untuk mendukung sistem ini, Vietnam membangun infrastruktur digital canggih dengan kamera pengawas di berbagai sudut kota. Berbeda dengan ETLE di Indonesia yang masih terbatas di kota-kota besar, sistem Vietnam dirancang untuk menjangkau area yang lebih luas dengan bantuan aktif warganya.

baca juga

Tentu saja, kebijakan ini memicu perdebatan seru. Ada yang mendukung karena dianggap efektif mencegah pelanggaran, ada pula yang khawatir ini akan menciptakan "budaya mengintip" yang merusak harmoni sosial. Bagaimana menurut Anda, haruskah Indonesia mengadopsi sistem serupa?

Melihat inovasi Vietnam ini, mungkin sudah saatnya Indonesia memikirkan ulang pendekatan penegakan hukum lalu lintas. Haruskah kita tetap bertahan dengan sistem konvensional, atau berani mencoba pendekatan baru yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalani Sidang Etik Kasus Peras Penonton DWP, 2 Anak Buah Bakal Susul Kombes Donald Dipecat?

Jalani Sidang Etik Kasus Peras Penonton DWP, 2 Anak Buah Bakal Susul Kombes Donald Dipecat?

News | Selasa, 07 Januari 2025 | 11:31 WIB

Bos Rental Tewas Setelah Minta Bantuan Polisi, Anaknya Ungkap Pengakuan Mengejutkan

Bos Rental Tewas Setelah Minta Bantuan Polisi, Anaknya Ungkap Pengakuan Mengejutkan

News | Senin, 06 Januari 2025 | 21:11 WIB

Alasan Polri Pecat Tiga Anggota Polri Gegara Pemerasan Penonton DWP

Alasan Polri Pecat Tiga Anggota Polri Gegara Pemerasan Penonton DWP

Video | Selasa, 07 Januari 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:50 WIB

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

News | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:42 WIB

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

News | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:39 WIB

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

News | Senin, 02 November 2026 | 12:38 WIB

×