Inilah Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia dengan Mendorong Transformasi Ekonomi Hijau

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Jum'at, 17 Januari 2025 | 14:40 WIB
Inilah Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia dengan Mendorong Transformasi Ekonomi Hijau
Tantangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia (Sumber: BKPM)

Suara.com - Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus mempercepat langkahnya untuk menuju transformasi ekonomi hijau. Yaitu dengan memfokuskan pada pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Direktur Deregulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dendy Apriandi menekankan adanya peluang besar, tantangan dan komitmen Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.

“Berdasarkan statistik sampai dengan 2030 diproyeksikan penggunaan electric vehicle bisa mencapai 31,1 juta,” paparnya dalam Podcast On The Go di YouTube.

Dendy Apriandi, Direktur Deregulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM saat berbincang di Podcast on the Go (YouTube Suara.com/screenshot)
Dendy Apriandi, Direktur Deregulasi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM saat berbincang di Podcast on the Go (YouTube/screenshot)

Beberapa catatan yang ditambahkan tentang proyeksi kendaraan listrik di Tanah Air untuk masa mendatang antara lain adalah kebutuhan 2-5 ribu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU yang perlu dibangun karena diperkirakan akan terjadi lonjakan penjualan KBLBB seiring program investasi KBLBB Roda 4.

Rencana Pembangunan SPKLU hingga 2030 juga perlu disesuaikan apabila Pemerintah berambisi memiliki populasi 2 juta KBLBB Roda 4 pada 2030.

Langkah Pemerintah adalah memberikan insentif terhadap kendaraan listrik seperti berbagai kebijakan fiskal dan non-fiskal yang telah diberlakukan untuk mempercepat adopsi KBLBB. Mulai dari diskon listrik dan subsidi Electric Vehicle atau EV dan masih banyak lagi.

Di satu sisi, ditinjau dari hasil survei Departemen Perindustrian tentang minat masyarakat Indonesia untuk membeli kendaraan listrik di Indonesia, diperoleh data bahwa keinginan untuk terus menggunakan sepeda motor berbahan bakar fosil mulai menurun secara bertahap. Kemudian permintaan untuk mobil listrik mulai bertambah secara bertahap setelah lima tahun. Dan mayoritas responden yang ingin membeli kendaraan listrik berencana menjadikannya sebagai kendaraan tambahan, bukan utama.

Terjadinya peningkatan permintaan kendaraan listrik di dalam negeri salah satunya didorong pemberlakuan kebijakan dukungan dan insentif kendaraan listrik. Berbagai insentif dan fasilitas untuk mendukung pengembangan ekosistem EV meningkatkan penjualan EV dan investasi ekosistem EV. Yaitu subsidi Rp 7 juta untuk kendaraan EV roda 2 dan subsidi lainnya untuk roda 4–di mana saat ini terbatas pada individu dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang memenuhi syarat; dengan kendaraan listrik harus memenuhi persyaratan produksi lokal minimum.

Di sisi lain, meskipun terjadi lonjakan adopsi kendaraan listrik di Indonesia akan tetapi masih banyak juga keterbatasan yang dimiliki sehingga ini menjadi tantangan terhadap penggunaan transportasi listrik.

“Tantangan utama yang dihadapi meliputi biaya tinggi, keterbatasan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan akan peningkatan komponen lokal," tandas Dendy.

Indonesia menargetkan 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik beroperasi pada 2030, sejalan dengan roadmap menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Pemerintah juga telah menetapkan 100% bauran energi terbarukan (EBT) pada 2060 untuk mendukung agenda ini.

Dendy juga mengatakan investasi dalam ekosistem baterai, termasuk pembangunan pabrik sel baterai di Karawang, yang menjadi kunci dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan upaya pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik di Indonesia diproyeksikan tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, namun menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi hijau di masa depan.

"Dengan kolaborasi lintas sektor, kami optimis transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik akan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di masa depan," tandasnya.

Kebutuhan SPKLU dan perusahaan EV yang berinvestasi di Indonesia  (Sumber: BKPM)
Kebutuhan SPKLU dan perusahaan EV yang berinvestasi di Indonesia (Sumber: BKPM)

Sampai saat ini, data tentang perusahaan KBLBB yang sudah mengajukan Insentif sesuai Permeninvest No. 6 Tahun 2023 tentang insentif impor KBLBB adalah PT BYD Auto Indonesia, dengan jumlah total pengimporan pertama 25.000 unit dari total pengajuan 100.000 unit. Kemudian PT Vinfast Automobile Indonesia, total pengimporan pertama 6.390 unit dari total pengajuan 27.390 unit. Berikutnya ada PT National Assemblers untuk brand Citroen dengan jumlah total periode pengimporan pertama 1.200 Unit dari total pengajuan 4.800 Unit, PT National Assemblers untuk merek AION yang mengimpor perdana 1.248 unit dari total pengajuan 17.200 Unit, PT National Assemblers untuk merek Maxus dengan jumlah total untuk periode pengimporan pertama 150 unit dari total pengajuan 600 unit, serta PT National Assemblers yang membawa brand Volkswagen, dengan jumlah total periode pengimporan awal 1.600 unit dari total pengajuan 6.400 unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Perkuat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Indonesia

Pertamina Perkuat Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Indonesia

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 11:09 WIB

Utamakan Aspek Lingkungan, Pertamina Dukung Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung

Utamakan Aspek Lingkungan, Pertamina Dukung Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung

News | Kamis, 16 Januari 2025 | 21:25 WIB

Konsisten Terapkan ESG, Pertamina Group Diakui Global

Konsisten Terapkan ESG, Pertamina Group Diakui Global

Bisnis | Rabu, 15 Januari 2025 | 20:49 WIB

Dukung Kebijakan Pemerintah, Kilang Pertamina Internasional Produksi B40

Dukung Kebijakan Pemerintah, Kilang Pertamina Internasional Produksi B40

Bisnis | Selasa, 14 Januari 2025 | 14:33 WIB

Pertamina Raih Penghargaan Internasional Bidang Investor Relations

Pertamina Raih Penghargaan Internasional Bidang Investor Relations

Bisnis | Sabtu, 11 Januari 2025 | 20:21 WIB

Komitmen Dalam Tata Kelola Perusahaan, Ini Capaian Pertamina Sepanjang 2024

Komitmen Dalam Tata Kelola Perusahaan, Ini Capaian Pertamina Sepanjang 2024

Bisnis | Sabtu, 11 Januari 2025 | 18:25 WIB

Terkini

Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas

Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 20:05 WIB

Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis

Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 18:50 WIB

Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas

Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 18:00 WIB

5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang

5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 17:20 WIB

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026 dan Skema Rekayasa Lalu Lintas dari Korlantas Polri

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 17:10 WIB

Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama

Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 16:58 WIB

Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru

Trauma dengan Ongkos BBM usai Mudik Lebaran? Tengok Dulu Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 15:56 WIB

Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?

Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 15:49 WIB

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 15:35 WIB

Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil

Firasat Veda Ega Pratama Sebelum Melakukan Start di Moto3 Brasil

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 14:55 WIB