Jimny 5 Pintu Bikin Suzuki Minta Maaf, Ini Sebabnya

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 04 Februari 2025 | 19:00 WIB
Jimny 5 Pintu Bikin Suzuki Minta Maaf, Ini Sebabnya
Suzuki Jimny Nomade (rushlane)

Suara.com - Siapa sangka, sosok Suzuki Jimny dalam balutan barunya yang lebih lapang dengan 5 pintu mampu menciptakan kehebohan luar biasa di negeri sakura. Bahkan Suzuki pun melontarkan permintaan maaf kepada konsumen.

Dalam keterangan resmi Suzuki Global, pabrikan berlogo huruf S tersebut melontarkan permintaan maaf ke konsumen lantaran antrean panjang untuk bisa mendapatkan mobil gagah ini.

"Kami mohon maaf kepada pelanggan yang mempertimbangkan pembelian Jimny Nomade karena penangguhan pesanan. Terima kasih banyak atas minat Anda pada produk kami. Jimny Nomad telah diterima dengan sangat baik, dan kami telah menerima pesanan yang jauh melebihi kapasitas produksi kami." tulis Suzuki dalam keterangan resmi.

Peminat yang membludak inilah membuat Suzuki harus melemparkan permintaan maaf.

Namun, di balik kesuksesan ini tersimpan sebuah ironi. Suzuki yang hanya mampu memproduksi 1.200 unit per bulan untuk pasar Jepang, kini harus menghadapi antrian panjang yang membuat mereka garuk-garuk kepala. Bayangkan saja, para calon pemilik harus bersabar menunggu hingga 3,5 tahun – waktu yang cukup untuk menyelesaikan kuliah S1.

Suzuki Bawa Jimny 5 Pintu White Rhino Edition di GJAW 2024. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)
Suzuki Bawa Jimny 5 Pintu White Rhino Edition di GJAW 2024. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)

Pabrikan asal Jepang ini terpaksa menghentikan sementara pemesanan Jimny Nomade (sebutan untuk versi 5 pintu di Jepang) karena kewalahan menghadapi tsunami permintaan yang datang bertubi-tubi.

"Akibatnya, kami akan menangguhkan pesanan untuk sementara. Kami akan memberikan informasi terbaru tentang kapan pesanan akan dibuka kembali, dengan mempertimbangkan situasi produksi di masa mendatang. Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan menghargai pengertian Anda," pungkas pernyataan di situs resmi merreka.

Ngomongin soal Suzuki Jimny di Jepang, memang tidak ada perbedaan signifikan dengan yang beredar di Indonesia. Hanya penambahan nama Nomade di pasar Jepang yang bikin beda.

Suzuki Jimny 5 pintu yang dijual di Jepang merupakan racikan dari pabrik di India. Di tanah kelahirannya sendiri, Jimny 5 pintu dipasarkan dengan harga yang cukup bersahabat – mulai dari 2,6 hingga 2,75 juta yen, atau sekitar Rp 270-290 jutaan. Bandingkan dengan harga di Indonesia yang menembus Rp 470-490 jutaan on the road Jakarta.

baca juga

Jangan salah, meski tampil lebih kekar dengan tambahan sepasang pintu, Jimny tetap setia dengan jantung pacu andalannya. Mesin 1.5 liter empat silinder yang menghasilkan tenaga 102 PS dan torsi 130 Nm siap mengawal pengguna kemanapun kapanpun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daihatsu Terios Alternatif Low SUV Ramah Kantong dengan Konsep Sporty dan Adventure

Daihatsu Terios Alternatif Low SUV Ramah Kantong dengan Konsep Sporty dan Adventure

Otomotif | Selasa, 04 Februari 2025 | 16:42 WIB

Lupakan Honda Brio! BYD Seal Tawarkan Sedan Hybrid Premium dengan Harga LCGC

Lupakan Honda Brio! BYD Seal Tawarkan Sedan Hybrid Premium dengan Harga LCGC

Otomotif | Selasa, 04 Februari 2025 | 16:34 WIB

Rekomendasi 5 Mobil Bekas di Bawah 200 Jutaan Februari 2025: Budget ala Brio, Kasta ala Pajero

Rekomendasi 5 Mobil Bekas di Bawah 200 Jutaan Februari 2025: Budget ala Brio, Kasta ala Pajero

Otomotif | Selasa, 04 Februari 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×