Ramai Kasus Pertamina 'Oplos' Pertamax, Dosen ITB Ungkap Bahayanya pada Mesin

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 25 Februari 2025 | 18:15 WIB
Ramai Kasus Pertamina 'Oplos' Pertamax, Dosen ITB Ungkap Bahayanya pada Mesin
Pengendara roda dua mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU Coco Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bayangkan sebuah drama yang menguncang republik ini: Pertamina, sang raksasa energi nasional, tersandung skandal pencampuran BBM yang mencengangkan. Bukan sekadar kasus korupsi biasa, ini adalah kisah pengkhianatan kepercayaan publik yang menelan kerugian negara hingga Rp193,7 triliun. Sosok kunci dalam saga ini? Dirut Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, yang kini harus berurusan dengan Kejagung.

Di balik layar, sebuah skenario licik terungkap. BBM RON 90 dan RON 92 dicampur bak ramuan berbahaya di depo-depo Pertamina, lalu dijual dengan harga premium. Namun, tahukah Anda bahwa "oplosan" BBM ini sesungguhnya adalah racun terselubung bagi kendaraan kesayangan Anda?

Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri dari ITB, sang pakar mesin yang telah puluhan tahun menekuni bidangnya dan juga dosen, membuka tabir kelam praktik ini.

Pencampuran BBM memiliki efek negatif pada kendaraan. Contohnya BBM berlabel Pertamina seperti Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Masing-masing memiliki kandungan yang berbeda-beda. Misalnya saja zat aditif hanya ada di Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Sedangkan untuk Premium tidak ada aditif.

Ilustrasi pertamax series.
Ilustrasi pertamax series.

“Maka nanti dosisnya (zat aditif) akan turun setengahnya. Secara oktan mungkin kita dapat kalau mencampur (bensin), tapi bahayanya deposit (kerak) justru naik," jelas Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri dilansir dari Astra Honda.

Zat aditif dalam BBM berkualitas seperti Pertamax adalah antibodi yang melindungi dan membersihkan 'organ dalam' mesin Anda. Ketika BBM dicampur, kekuatan antibodi ini melemah drastis. Hasilnya? Kerak-kerak jahat mulai menumpuk, mengendap, dan perlahan tapi pasti menggerogoti kesehatan mesin Anda.

Yang lebih mengerikan, dampaknya tak langsung terasa. Seperti penyakit yang menggerogoti diam-diam, kerusakan baru terdeteksi ketika sudah terlambat. Klep mesin yang macet bisa berujung fatal - bagaikan serangan jantung mendadak pada kendaraan Anda. Ketika klep bertabrakan dengan piston, suara dentuman maut menandai vonis terakhir, mesin total loss.

Itulah bahayanya ketika bensin berbeda oktan dicampur pada kendaraan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerry Adrianto Anak Siapa? Silsilah Keluarganya Disorot Usai Disebut dalam Kasus Pengadaan BBM

Kerry Adrianto Anak Siapa? Silsilah Keluarganya Disorot Usai Disebut dalam Kasus Pengadaan BBM

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 17:20 WIB

Gaji Fantastis Dirut Pertamina Patra Niaga vs Kerugian Negara Rp193 Triliun, Lebih Besar Mana?

Gaji Fantastis Dirut Pertamina Patra Niaga vs Kerugian Negara Rp193 Triliun, Lebih Besar Mana?

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 17:08 WIB

Publik Pengguna Setia Pertamax Sakit Hati Berjamaah Imbas Kasus Korupsi Pertamina 193 Triliun

Publik Pengguna Setia Pertamax Sakit Hati Berjamaah Imbas Kasus Korupsi Pertamina 193 Triliun

Otomotif | Selasa, 25 Februari 2025 | 17:05 WIB

Terkini

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Teknologi RAM DDR5 Makin Kencang, Latensi Rendah Jadi Andalan

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Sempat Menguat, IHSG Langsung Melemah ke Level 5.300

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

×