Kisah Cinta yang Tertunda: Drama Nissan dan Honda di Kancah Otomotif Jepang

Agung Pratnyawan, Gagah Radhitya Widiaseno

Minggu, 09 Maret 2025 | 12:30 WIB
Kisah Cinta yang Tertunda: Drama Nissan dan Honda di Kancah Otomotif Jepang
Presiden dan CEO Nissan Motor Corporation Makoto Uchida menghadiri jumpa pers terkait rencana merger Honda - Nissan di Tokyo, Jepang pada 23 Desember 2024. [AFP/Philip Fong]

Suara.com - Di tengah gemuruh industri otomotif global, sebuah kisah menarik tengah bergulir di negeri sakura. Nissan, sang raksasa otomotif yang tengah goyah, masih menyimpan asa untuk menjalin hubungan dengan Honda, meski lamaran merger sebelumnya telah ditolak.

Bagaikan kisah romansa yang belum menemui titik temu, Nissan tetap membuka pintu hatinya untuk menerima investasi dari Honda seperti dilansir dari Carscoops.

Namun, plot cerita ini semakin rumit dengan hadirnya "pelamar" baru - Foxconn dari Taiwan, yang diam-diam mengintai dari kejauhan.

Mengapa Nissan begitu gigih mencari pendamping? Jawabannya terletak pada kondisi keuangan yang kian memprihatinkan. Proyeksi kerugian bersih sebesar Rp8,75 triliun untuk tahun fiskal mendatang menjadi cambuk yang memaksa Nissan untuk segera mencari solusi.

Angka ini sungguh kontras dengan harapan manis keuntungan Rp40,8 triliun yang sempat dicanangkan.

Di balik layar, drama kepemimpinan pun turut mewarnai. Makoto Uchida, sang CEO yang telah memimpin sejak 2019, menunjukkan sikap ksatria dengan menyatakan siap mundur jika memang itu yang terbaik untuk masa depan Nissan.

Jeremy Papin, sang CFO, kini muncul sebagai kandidat kuat untuk mengambil tongkat estafet kepemimpinan dan memulai babak baru dalam negosiasi dengan Honda.

Foxconn, si pendatang dari Taiwan, justru menjadi katalis yang mendorong otoritas Jepang untuk lebih mendekatkan Nissan dengan Honda.

Kekhawatiran akan jatuhnya Nissan ke tangan asing membuat pemerintah Jepang lebih memilih "perjodohan" sesama perusahaan domestik.

baca juga
Honda dan Nissan dalam kisah merger (Detroit Free Press)
Honda dan Nissan dalam kisah merger (Detroit Free Press)

Uchida sendiri mengakui dengan jujur bahwa berjalan sendiri di era ini bukanlah pilihan bijak. Persaingan global yang semakin ketat memaksa Nissan untuk memilih: tetap mempertahankan kemerdekaan dengan risiko tertinggal, atau menerima "pinangan" Honda dengan segala konsekuensinya.

Industri otomotif modern memang tak lagi sesederhana dulu. Kolaborasi dan konsolidasi telah menjadi kunci survival di tengah persaingan yang kian brutal.

Keputusan Nissan ke depan bukan hanya akan menentukan nasib perusahaan, tetapi juga dapat mengubah wajah industri otomotif Jepang secara keseluruhan.
 
Kini, dunia menanti dengan penuh antisipasi: akankah Nissan dan Honda akhirnya bersatu? Atau akankah muncul twist mengejutkan dalam drama industri otomotif ini? Yang pasti, kisah ini masih jauh dari kata tamat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uang Bukan Prioritas, Marc Marquez Tolak Tawaran 2,2 Triliun dari Honda

Uang Bukan Prioritas, Marc Marquez Tolak Tawaran 2,2 Triliun dari Honda

Your Say | Sabtu, 08 Maret 2025 | 16:06 WIB

Model Honda CB350 2025 Diperbarui, Kini Punya Banyak Varian Warna

Model Honda CB350 2025 Diperbarui, Kini Punya Banyak Varian Warna

Otomotif | Sabtu, 08 Maret 2025 | 14:50 WIB

Harga Motor Listrik Ini Setara Honda Scoopy, tapi Bagasi Lebih Luas dari PCX

Harga Motor Listrik Ini Setara Honda Scoopy, tapi Bagasi Lebih Luas dari PCX

Otomotif | Sabtu, 08 Maret 2025 | 13:30 WIB

Terkini

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu

Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta

Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?

Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing

9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:11 WIB

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

×