Kisah Absurd STNK Kekaisaran, Polisi Sampai 'Diperas' Rp5 Triliun

Agung Pratnyawan, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 12 Maret 2025 | 11:11 WIB
Kisah Absurd STNK Kekaisaran, Polisi Sampai 'Diperas' Rp5 Triliun
Ilustrasi STNK. (Wuling)

Suara.com - Kabar menghebohkan datang dari kota Cianjur, Jawa Barat. Sebuah STNK Kekaisaran mendadak menjadi sorotan. Hal yang menjadi heboh yakni polisi sampai diperas hingga Rp5 triliun.

Hal ini terungkap dalam sebuah unggahan akun Instagram fakta.indo. Kisah berawal dari sekelompok orang mengaku sebagai bagian dari "kekaisaran", mencetak STNK palsu, lalu dengan lantangnya menuntut ganti rugi Rp5 triliun.

"Kekaisaran Sunda Nusantara menuntut ganti rugi sebesar Rp 5 triliun kepada Polres Cianjur, Jawa Barat, atas penangkapan salah satu jenderal muda mereka. Polisi mengatakan sindikat pemalsuan STNK ini mengklaim mendapat perlindungan dari Kekaisaran Majelis Agung Sunda Archipelago (M.A.S.A)." tulis unggahan akun tersebut.

Bukan sekadar membuat STNK palsu, mereka bahkan berani mengganti logo Polri dengan lambang "kekaisaran" mereka sendiri. Sungguh, keberanian yang berbatasan dengan kenekatan.

SIM Kekaisaran viral di media sosial (Instagram)
SIM Kekaisaran viral di media sosial (Instagram)

Tokoh utama dalam opera sabun ini adalah sosok berinisial H, yang dengan percaya diri menyandang gelar "jenderal muda" dari kekaisaran mereka.

Namun, seperti pepatah mengatakan, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Aksi mereka akhirnya tercium oleh aparat kepolisian.

Yang membuat cerita ini semakin menarik adalah respons mereka setelah tertangkap. Alih-alih mengaku salah, kelompok ini malah mengancam akan mengubah Jakarta menjadi "Hiroshima dan Nagasaki kedua" jika tuntutan fantastis mereka tidak dipenuhi.

Bahkan dengan beraninya mengirim surat ke berbagai negara, mengancam akan membubarkan NKRI. Sungguh, sebuah plot twist yang tak terduga.

STNK Kekaisaran viral di media sosial (Instagram)
STNK Kekaisaran viral di media sosial (Instagram)

"Mereka bahkan mengancam akan menjadikan Jakarta seperti Nagasaki dan Hiroshima apabila tuntutan mereka tidak diindahkan,” tulis keterangan dalam caption tersebut.

baca juga

Di media sosial, warganet Indonesia dibuat geleng-geleng kepala. Ada yang menganggap ini lelucon konyol, ada pula yang melihatnya sebagai pengalihan isu yang cerdik.

Namun di balik kekonyolan ini, tersimpan pesan serius tentang betapa mudahnya dokumen resmi dipalsukan dan betapa beberapa kelompok begitu percaya diri mengklaim kedaulatan sendiri.

Sementara polisi terus mendalami kasus ini, satu hal yang pasti: cerita STNK Kekaisaran ini akan dikenang sebagai salah satu episode paling unik dalam sejarah penegakan hukum Indonesia. Sebuah pengingat bahwa terkadang realitas bisa jauh lebih aneh dari fiksi.

Kekaisaran Sunda Nusantara

Kekaisaran Sunda Nusantara mulai diketahui publik setelah mobil 'sang jendral' ditilang oleh aparat. Rusdi Karepesina, seorang yang mengaku jenderal di kekaisaran tersebut ditilang oleh polisi lantaran mengenakan plat nomor tidak sesuai aturan.

Rusdi Karepesina, yang berusia 55 tahun ini mengaku bahwa ia memiliki jabatan jenderal di kekaisaran Sunda Nusantara. Ia menunjukkan bukti berupa beberapa berkas identitas yang mirip dengan Sunda Empire. 

Rusdi Karepesina mengklaim Negara Kekaisaran Sunda Nusantara telah diakui Mahkamah Internasional. Bahkan menurutnya Negara Kekaisaran Sunda Nusantara memiliki banyak anggota.

Alih-alih bersikap kooperatif, dilaporkan juga bahwa pengendara mobil ini justru bersikeras surat yang dimilikinya asli dan ia tidak layak ditilang. Sialnya berkas terkait kendaraan dan surat izin mengemudi, ternyata juga sah menurutnya di bawah hukum kerajaan fiktif tersebut.

Padahal seharusnya, pemilik kendaraan bermotor harus memiliki surat atau dokumen yang sah, setidaknya berupa STNK asli, dan surat izin mengemudi yang masih aktif yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Seperti itulah informasi seputar Kekaisaran Sunda Nusantara yang mirip dengan Sunda Empire. Hingga kekinian, polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa kejiwaan  Rusdi Karepesina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Tautan Pembuatan SIM hingga STNK Gratis

Cek Fakta: Tautan Pembuatan SIM hingga STNK Gratis

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 03:15 WIB

Cara Cek Pajak Motor Tanpa Ribet, Selain dari STNK

Cara Cek Pajak Motor Tanpa Ribet, Selain dari STNK

Otomotif | Senin, 17 Februari 2025 | 13:44 WIB

Cara Cek Pajak Motor di STNK: Gampang dan Penting!

Cara Cek Pajak Motor di STNK: Gampang dan Penting!

Otomotif | Senin, 17 Februari 2025 | 13:11 WIB

Terkini

Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Riau | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

×