Siap-Siap, Larangan Tegas Penjualan Kendaraan BBM pada Tahun 2026

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 19 Maret 2025 | 11:02 WIB
Siap-Siap, Larangan Tegas Penjualan Kendaraan BBM pada Tahun 2026
cara lapor jadi korban pertamax oplosan (freepik)

Suara.com - Bayangkan sebuah kota metropolitan tanpa deru mesin bensin dan kepulan asap knalpot. Seperti apa? New Delhi, salah satu kota di India, berani mewujudkan mimpi ini.

Dalam langkah mengejutkan yang menggemparkan dunia otomotif, ibu kota India ini mengumumkan kebijakan tegas dimana kendaraan bermotor konvensional alias berbahan bakar BBM dilarang dijual.

Dilansir dari Cartoq, kebijakan ini akan berlaku di tahun 2026. Mulai Agustus 2026, ucapkan selamat tinggal pada motor bensin baru di jalanan Delhi.

Bahkan lebih cepat lagi, kendaraan roda tiga konvensional akan lebih dulu "pensiun" pada 2025. Sungguh berani langkah yang diambil oleh pemerintah New Delhi ini.

Tapi tunggu dulu, Delhi tidak main-main. Mereka sudah menyiapkan "karpet merah" untuk era kendaraan listrik dengan rencana pembangunan 13.200 stasiun pengisian daya yang akan menyebar bagai jamur di musim hujan.

Setiap sudut kota, dari mal hingga perkantoran, akan dilengkapi charging station.

Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Kamis (9/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Kamis (9/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Khawatir soal harga? Jangan dulu. Pemerintah Delhi siap mengulurkan tangan dengan berbagai insentif menggiurkan.

Mereka ingin memastikan bahwa revolusi hijau ini bisa dinikmati semua lapisan masyarakat, bukan hanya kaum berada.

Yang lebih keren lagi, transportasi publik Delhi sedang menjalani make-over total. 3.000 bus listrik akan segera mengaspal di jalanan Delhi. Bahkan truk sampah pun tidak ketinggalan - mereka harus "go electric" pada 2027.

baca juga

Untuk para pemilik kendaraan roda tiga berbahan bakar CNG berusia lebih dari 10 tahun, ada dua pilihan: ganti baru dengan versi listrik atau "sulap" mesin lama menjadi sistem elektrik. Tidak ada perpanjangan izin untuk kendaraan CNG, ini semua tentang elektrifikasi.

Meskipun kebijakan ini terkesan radikal, namun hal ini menunjukkan kepemimpinan yang visioner dalam menghadapi tantangan lingkungan global.

Keberhasilan implementasi kebijakan ini di Delhi dapat menjadi model bagi kota-kota besar lainnya di seluruh dunia yang juga menghadapi masalah serupa.

Transisi menuju mobilitas listrik bukan hanya tentang pengurangan polusi, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Delhi, kota yang terkenal dengan polusi udaranya yang mencekik, akhirnya mengambil langkah berani ini.

Ilustrasi pom bensin (unsplash)
Ilustrasi pom bensin (unsplash)

Delhi bertekad mengubah wajahnya dari kota berselimut asap mengepul menjadi pionir mobilitas hijau di Asia.

Inilah kisah transformasi ambisius sebuah kota yang dulu dikenal polutan. Dari kota yang tenggelam dalam polusi menjadi mercusuar harapan bagi masa depan transportasi berkelanjutan.

Delhi membuktikan bahwa perubahan radikal bukan hanya mimpi - ini adalah realitas yang sedang terjadi.

Jadi, siap atau tidak, revolusi hijau telah dimulai di Delhi. Dan mungkin, dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat kota-kota lain berlomba mengikuti jejak keberanian Delhi.

Karena terkadang, untuk membuat perubahan besar, dibutuhkan langkah berani yang mengejutkan!

Siapa sangka, Delhi yang dulu identik dengan polusi, kini menjadi pionir revolusi transportasi hijau?

Nasib Elektrifikasi di Indonesia

Di Indonesia sendiri, era elektrifikasi memang sudah mulai terlihat. Apalagi banyak pabrikan otomotif berbasis mobil listrik berbondong-bondong untuk menggaet konsumen Tanah Air.

Penjualan mobil listrik di Indonesia pada Februari lalu untuk pertama kalinya melampui penjualan mobil hybrid. Ini merupakan sejarah sekaligus menunjukkan semakin diterimanya mobil listrik murni di Tanah Air.

Pemerintah juga mendukung era elektrifikasi ini. Namun kebijakan ekstrem di India memang belum bisa ditiru oleh pemerintah Indonesia saat ini.

Akankah nanti ke depannya, Indonesia juga akan meniru kebijakan tegas seperti di New Delhi?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akal-akalan Kawanan Penimbun BBM Subsidi, Siapkan Plat Nomor Palsu Hingga Tangki Rahasia

Akal-akalan Kawanan Penimbun BBM Subsidi, Siapkan Plat Nomor Palsu Hingga Tangki Rahasia

News | Rabu, 19 Maret 2025 | 09:41 WIB

Benarkah BBM RON Tinggi Bikin Motor Makin Ngebut? Simak Faktanya

Benarkah BBM RON Tinggi Bikin Motor Makin Ngebut? Simak Faktanya

Otomotif | Selasa, 18 Maret 2025 | 19:30 WIB

Euro-4: Antara Dukungan Tinggi dan Beban Ekonomi, Survei CORE Indonesia Ungkap Dilema Masyarakat

Euro-4: Antara Dukungan Tinggi dan Beban Ekonomi, Survei CORE Indonesia Ungkap Dilema Masyarakat

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 12:42 WIB

Terkini

Penyidikan Rampung, Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Penyidikan Rampung, Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:32 WIB

Anak Buah Terjaring OTT KPK di Bogor, Wamen ATR/BPN Minta Publik Tak Berspekulasi

Anak Buah Terjaring OTT KPK di Bogor, Wamen ATR/BPN Minta Publik Tak Berspekulasi

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB

Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026

Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB

Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi

Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 17:28 WIB

Ekonom Ungkap Baik Buruk harga Pertalite Naik

Ekonom Ungkap Baik Buruk harga Pertalite Naik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:25 WIB

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:20 WIB

Industri Telekomunikasi Diminta Perkuat Kolaborasi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Industri Telekomunikasi Diminta Perkuat Kolaborasi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB

Di Mana Nusron Wahid? Absen Rapat DPR Usai Pejabat Kementerian ATR Kena OTT KPK

Di Mana Nusron Wahid? Absen Rapat DPR Usai Pejabat Kementerian ATR Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 17:18 WIB

×