Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina 2025 Jamin Stok Energi di Jalur Mudik

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 18 Maret 2025 | 12:23 WIB
Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina 2025 Jamin Stok Energi di Jalur Mudik
Ilustrasi BBM Pertamina (freepik)

Suara.com - Di tengah prediksi lonjakan mobilitas mudik yang mencapai 146,48 juta orang, Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri Pertamina 2025 hadir sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pengamat kebijakan energi, Sofyano Zakaria, menilai positif langkah Pertamina yang mengaktifkan satgas ini mulai 17 Maret hingga 13 April 2025.

Menurut Sofyano, keberadaan satgas ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian. Dengan perkiraan 68,1 juta pemudik menggunakan kendaraan pribadi, kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dipastikan melonjak tajam.

"Sangat memudahkan. Kalau tidak ada Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina, akan repot karena tingginya kebutuhan BBM dan LPG. Di banyak titik mudik kan padat semua. Kalau tidak ada Satgas, bagaimana pemenuhan kebutuhan masyarakat?" kata Sofyano di Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Lebih dari sekadar menjamin ketersediaan energi, satgas ini juga berperan dalam menjaga stabilitas harga. Lonjakan permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai berpotensi memicu inflasi, yang pada akhirnya dapat mengganggu daya beli masyarakat. Dengan adanya satgas, Pertamina memastikan distribusi energi berjalan lancar, sehingga meminimalisir risiko kenaikan harga yang signifikan.

Sofyano juga menyoroti peran strategis Pertamina dalam menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil. Dengan sekitar 8.000 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di seluruh negeri, Pertamina memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan SPBU asing yang hanya berjumlah sekitar 400 dan terkonsentrasi di kota-kota besar.

"Hal itu tidak mungkin diserahkan kepada SPBU asing yang hanya sekitar 400. Itu pun hanya ada di kota-kota. Sedangkan jumlah SPBU Pertamina sekitar 8.000–an di seluruh wilayah Indonesia, bahkan hingga pelosok," jelas Sofyano, yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi).

Dari sudut pandang ekonomi, ketersediaan energi yang terjamin selama periode mudik juga berdampak pada sektor-sektor lain, seperti pariwisata dan perdagangan. Kelancaran mobilitas masyarakat memungkinkan sektor pariwisata untuk berkembang, sementara distribusi barang dan jasa yang efisien mendukung aktivitas perdagangan.

Selain itu, inovasi-inovasi yang dihadirkan Pertamina dalam satgas ini, seperti BBM kemasan dan layanan Serambi MyPertamina, juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Layanan-layanan ini tidak hanya memudahkan pemudik, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan.

"Karena Pertamina sudah membentuknya sejak beberapa tahun lalu, sehingga semakin mengetahui persis kebutuhan masyarakat. Misalnya saja, seperti BBM kemasan yang semakin mudah dibawa armada motoris," kata Sofyano.

Layanan Serambi MyPertamina, dengan fasilitas seperti kursi pijat dan tenaga medis, juga berkontribusi pada penurunan risiko kecelakaan lalu lintas. Dengan kondisi fisik yang lebih baik, pemudik diharapkan dapat berkendara dengan lebih aman.

"Dengan tubuh yang segar dan fit, bisa membantu menghindarkan dari kecelakaan lalu lintas. Apalagi, fasilitas Serambi MyPertamina, menurut Saya cukup membantu masyarakat yang kecapekan dalam perjalanan seperti adanya kursi pijat, bahkan ada dokter yang bisa memastikan kondisi kebugaran pemudik," jelasnya.

Secara keseluruhan, Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina 2025 bukan hanya tentang pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga tentang menjaga stabilitas ekonomi, mendukung sektor-sektor vital, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sebelumnya, Pertamina menjamin keandalan pasokan energi menjelang periode mudik Lebaran 2025 melalui pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri 2025 yang beroperasi pada 17 Maret–13 April 2025.

“Koordinasi dan sinergi Pertamina Grup menjadi kunci penting untuk memastikan pasokan energi aman dan terdistribusi dengan baik di seluruh daerah. Target utamanya adalah untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan merayakan Idul Fitri,” ujar Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, diprediksi pergerakan masyarakat mencapai 146,48 juta orang, dengan sekitar 68,1 juta pemudik menggunakan kendaraan pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Beberkan Alasan Periksa Sejumlah Mantan Dirut Pertamina di Kasus Jual Beli Gas PGN

KPK Beberkan Alasan Periksa Sejumlah Mantan Dirut Pertamina di Kasus Jual Beli Gas PGN

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 10:58 WIB

Bersiap Patuhi Aturan Baru Menteri Bahlil Lahadalia, Ini Rekomendasi Dispenser Hemat Energi

Bersiap Patuhi Aturan Baru Menteri Bahlil Lahadalia, Ini Rekomendasi Dispenser Hemat Energi

Lifestyle | Selasa, 18 Maret 2025 | 10:34 WIB

Mantan Dirut Pertamina Diperiksa KPK, Ini Sosok Anaknya yang Pernah Dekat dengan Fuji

Mantan Dirut Pertamina Diperiksa KPK, Ini Sosok Anaknya yang Pernah Dekat dengan Fuji

Entertainment | Selasa, 18 Maret 2025 | 10:23 WIB

Terkini

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB