Kupas Tuntas Rantis Barracuda APC: Monster Anti Peluru Sniper yang Sudah Lulus Standar HAM

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 10:58 WIB
Kupas Tuntas Rantis Barracuda APC: Monster Anti Peluru Sniper yang Sudah Lulus Standar HAM
Kendaraan Taktis Rantis APC (Youtube)

Suara.com - Pernah bergidik ngeri saat melihat kendaraan taktis (rantis) super besar melintas di jalan? Itulah Barracuda, monster lapis baja yang ternyata menyimpan segudang rahasia canggih dan menariknya, sudah dinyatakan lulus standar Hak Asasi Manusia (HAM).

Ini bukan sekadar mobil besar; ini adalah benteng berjalan multifungsi milik Detasemen Perintis Dit Samapta Korsabhara Baharkam Polri.

Tugas utamanya adalah sebagai kendaraan defensif multiguna, mulai dari patroli keamanan, pengawalan VVIP, kontra-terorisme, hingga garda terdepan dalam penanganan huru-hara.

Penting untuk dicatat, setiap unit APC seperti Barracuda ini telah memenuhi standar operasional prosedur kepolisian dan HAM, karena telah melewati serangkaian uji ketat oleh tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Polri berdasarkan Youtube Detasemen Perintis.

Jadi, di balik tampilannya yang intimidatif, ada prosedur dan aturan yang mengikat.

Dinding bajanya bukan sekadar pajangan. Kendaraan ini dirancang untuk menahan gempuran peluru kaliber 12,7mm, setara dengan senapan runduk (sniper) kelas berat.

Masuk ke Dalam Brankas Berjalan

Membuka pintunya saja sudah memberikan sensasi berbeda, terasa seperti membuka pintu brankas bank.

Dengan empat titik penguncian dan bobot yang luar biasa, pintu ini menjadi lapisan pertahanan pertama bagi personel di dalamnya.

Baca Juga: Sengaja? Viral Suara Polisi di Mobil Rantis usai Driver Ojol Tewas Dilindas: Tabrak Aja!

Dari luar, Anda bisa melihat ban Michelin berukuran masif (ring 20) yang menopang bodinya, serta ground clearance super tinggi berkat gardan model portal, memungkinkannya melibas berbagai medan perkotaan.

Kokpit Serasa Pesawat Tempur

Saat masuk ke ruang kemudi, lupakan setir mobil biasa. Dasbornya dipenuhi puluhan tombol yang lebih mirip kokpit pesawat daripada mobil.

  • Transmisi Unik: Menggunakan transmisi manual sekuensial dengan pedal kopling. "Netralnya setelah pencet ini. Maju terus sampai 8, mundur ya mundur," jelas operator.
  • Sistem Pertahanan Aktif: Terdapat tombol khusus untuk sistem pemadam api independen, sirine, hingga "flip-flop system"—panel baja yang bisa menutup kaca depan secara otomatis dari dalam saat situasi memanas.
  • Pengawasan 360 Derajat: Dilengkapi layar monitor yang terhubung ke kamera di sekeliling bodi, termasuk kamera infrared untuk penglihatan malam. Operator bisa memantau situasi di luar tanpa harus membuka jendela.
  • Senjata Pelontar Gas Air Mata: Dioperasikan dari dalam melalui jendela kecil khusus, memungkinkan tindakan persuasif tanpa membahayakan personel.

Benteng Perlindungan Personel Anti Huru-Hara

Bagian belakangnya mampu menampung hingga delapan personel. Ruangan ini dirancang sebagai zona aman di tengah kekacauan.

"Biasanya kalau kita ada kegiatan penanganan huru-hara yang masyarakatnya yang tidak mau patuh, sudah mulai bikin rusuh, kemudian merusak fasilitas umum, akan kita tangkap. Menggunakan mobil ini supaya ketika ditangkap kita aman dari amukan massa," ungkap personel Polri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?