- Beda Sumber: Bensin MotoGP 100% non-fosil, beda total dengan bensin SPBU dari minyak bumi.
- Beda Tujuan: Fokus bensin balap untuk performa brutal, bukan untuk efisiensi dan keawetan mesin harian.
- Beda Kualitas: Spek dan kualitasnya dikontrol super ketat, jauh lebih presisi dari standar komersial.
Suara.com - Saat deru mesin MotoGP kembali membelah udara panas Sirkuit Mandalika di 2025 , ada satu rahasia besar di balik setiap raungan mesin yang Anda dengar.
Rahasia itu adalah bahan bakarnya.
Lupakan anggapan kalau "jus" peningkat performa di tangki motor MotoGP sama dengan Pertamax yang Anda isi setiap hari.
Ini bukan sekadar soal oktan yang lebih tinggi. Perbedaannya jauh lebih dalam dari itu.
Sejak musim balap 2024, ada sebuah revolusi senyap di paddock MotoGP yang mengubah segalanya.
Regulasi baru mengharuskan semua tim menggunakan bahan bakar yang 100 persen berasal dari sumber non-fosil.
Asal-usul yang Tak Sama
![Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi memacu kecepatan sepeda motornya dalam sesi kualifikasi Q2 MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (4/10/2025). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/04/72695-kualifikasi-motogp-indonesia-2025-motogp-mandalika-2025-marco-bezzecchi.jpg)
Ini adalah pembeda paling fundamental.
Bensin yang Anda beli di SPBU diekstraksi dari minyak bumi, alias sumber daya fosil yang butuh jutaan tahun untuk terbentuk.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Harga di Bawah Rp10 Juta, Hemat dan Ramah Lingkungan
Sementara itu, bensin MotoGP adalah hasil mahakarya teknologi modern, sebuah biofuel sintetis yang diproduksi melalui proses kimia atau bioteknologi canggih.
Meskipun harus memiliki spesifikasi yang menyerupai bensin jalan raya, sumbernya benar-benar berbeda.
Bedah Tuntas: Performa Brutal vs Efisiensi Harian
![Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez memacu kecepatan sepeda motornya dalam sesi kualifikasi Q2 MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (4/10/2025). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/04/39568-kualifikasi-motogp-indonesia-2025-motogp-mandalika-2025-marc-marquez.jpg)
Perbedaan terbesar kedua terletak pada filosofi atau tujuan pembuatannya.
Ibarat suplemen untuk atlet dan makanan sehari-hari untuk kita, keduanya punya fungsi yang sama sekali berbeda.
Bensin MotoGP dirancang untuk satu hal: performa maksimal dalam durasi balapan yang singkat.
Tenaga yang dihasilkan harus brutal, pembakaran sempurna di putaran mesin ekstrem, dan stabil di suhu super tinggi.
Sebaliknya, bensin di SPBU diformulasikan untuk efisiensi, keawetan mesin jangka panjang, dan harga terjangkau.
Fokusnya adalah bagaimana motor Anda bisa berjalan sejauh mungkin dengan konsumsi seminimal mungkin.
Setiap tetes bahan bakar MotoGP diawasi ketat oleh FIM dan Dorna untuk memastikan tidak ada tim yang diuntungkan.
Kualitasnya harus presisi dan konsisten. Bensin harian, meski punya standar, kualitasnya bisa sedikit bervariasi antar distributor.
Bensin balap ini dirancang setara dengan bahan bakar RON tinggi, biasanya di atas 95, untuk menahan rasio kompresi mesin prototipe yang luar biasa tinggi.
Jadi, apakah bensin MotoGP sama dengan bensin motor harian?
Jawabannya adalah tidak, sama sekali berbeda.
Meski secara fungsi sama-sama untuk membakar mesin, keduanya berasal dari dunia yang berbeda. Bensin MotoGP adalah "minuman energi" khusus atlet yang diracik di laboratorium demi performa puncak sesaat.
Sementara bensin yang kita gunakan adalah "air mineral" berkualitas tinggi yang dirancang untuk menjaga kesehatan dan stamina mesin dalam jangka panjang.
Jadi, jangan pernah bermimpi mengisi tangki motor Anda dengan bensin MotoGP, karena mesin standar tidak akan sanggup menahan "tendangan" dari bahan bakar level dewa ini.