Apakah Mitsubishi Xpander Aman Pakai BBM Campuran Etanol 10 Persen?

Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 13:26 WIB
Apakah Mitsubishi Xpander Aman Pakai BBM Campuran Etanol 10 Persen?
Ilustrasi Mitsubishi Xpander. (Suara.com/Gemini AI)
baca 10 detik
  • Aman Hingga 10% – Mitsubishi Xpander sesuai buku manual resmi boleh memakai bensin dengan campuran etanol sampai 10% (E10), asalkan oktan minimal 90.
  • Dampak Mesin – Etanol membuat pembakaran lebih bersih, tapi energi lebih rendah sehingga konsumsi bisa sedikit boros; risiko muncul jika kadar etanol melebihi 10%.
  • Konteks Kebijakan – Pemerintah merencanakan mandatori E10 mulai 2026, sehingga pemilik Xpander tidak perlu khawatir selama mengikuti batasan pabrikan.

Suara.com - Belakangan ini dunia otomotif tanah air kembali ramai membicarakan soal bahan bakar. Pertamina yang ditunjuk sebagai pintu tunggal impor BBM menuai polemik setelah SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo menolak membeli base fuel impor Pertamina.

Alasannya, BBM tersebut mengandung etanol 3,5 persen, padahal kesepakatan awal disebutkan base fuel harus murni tanpa campuran.

Penolakan terjadi karena kandungan etanol dianggap tidak sesuai standar yang biasa dipakai SPBU swasta.

Tak lama berselang, pemerintah mengumumkan rencana mandatori BBM beretanol 10 persen (E10) mulai 2026.

Kebijakan ini tentu membuat banyak pemilik mobil bertanya-tanya: apakah kendaraan mereka aman menggunakan BBM dengan campuran etanol 10 persen?

Kata Buku Manual Mitsubishi Xpander

Seperti yang Suara.com kutip dari buku manual Mitsubishi Xpander, pada halaman 2-2 disebutkan bahwa:

  • Bahan bakar yang disarankan: bensin bebas timbal dengan angka oktan minimum 90.
  • Ethanol (Gasohol): pencampuran hingga 10 persen etanol dengan 90 persen bensin masih diperbolehkan.

Artinya, secara teknis Xpander aman menggunakan BBM dengan campuran etanol sampai 10 persen. Namun, jika kadar etanol melebihi batas tersebut, risiko kerusakan mesin meningkat.

Suara.com juga menengok buku manual mobil-mobil yang mesinnya mirip, yakni Xpander Cross dan juga Xforce.

baca juga

Kesimpulannya juga mereka sama seperti Xpander biasa, yakni maksimal kandungan etanol pada BBM terbatas pada 10 persen.

Buku manual Mitsubishi Xpander, terkait penggunaan BBM E10. (Mitsubishi Motors)
Buku manual Mitsubishi Xpander, terkait penggunaan BBM E10. (Mitsubishi Motors)

Apa Dampaknya bagi Mesin?

Secara teori, etanol punya angka oktan tinggi (sekitar 108–110), sehingga bisa membantu pembakaran lebih bersih. Namun, etanol juga memiliki kandungan energi lebih rendah dibanding bensin murni.

Konsekuensinya, konsumsi BBM bisa sedikit lebih boros. Selain itu, etanol bersifat higroskopis alias mudah menyerap air, sehingga berpotensi menimbulkan korosi jika sistem bahan bakar tidak dirancang untuk itu.

Untungnya, mobil-mobil modern termasuk Xpander sudah kompatibel dengan campuran etanol hingga 10 persen. Jadi, untuk penggunaan harian, seharusnya tidak ada masalah berarti.

Kenapa SPBU Swasta Menolak?

Ilustrasi harga Pertalite di SPBU Pertamina (Suara x Gemini)
Ilustrasi SPBU. (Suara.com/Gemini AI)

Meski 3,5 persen etanol masih jauh di bawah ambang batas aman (20 persen menurut regulasi internasional), SPBU swasta menolak karena alasan kualitas dan standar internal. Mereka terbiasa menggunakan base fuel murni tanpa etanol, sehingga aditif yang dipakai tidak cocok jika ada campuran alkohol. Dari sisi bisnis, mereka juga ingin menjaga citra premium di mata konsumen.

Bagi pemilik Mitsubishi Xpander, kabar baiknya adalah mobil ini aman menggunakan BBM dengan campuran etanol hingga 10 persen sesuai rekomendasi manual resmi. Jadi, jika kebijakan E10 benar-benar diterapkan tahun depan, pengguna Xpander tidak perlu panik.

Namun, tetap ada catatan:

  • Gunakan BBM dengan oktan minimal 90.
  • Hindari BBM dengan etanol lebih dari 10 persen.
  • Jika muncul gejala knocking atau performa menurun, segera beralih ke BBM dengan oktan lebih tinggi.

Dengan begitu, Xpander tetap bisa melaju nyaman meski era BBM beretanol segera dimulai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Perlakuan Vietnam dan Indonesia Soal BBM Etanol 10 Persen: Ngebut vs Maraton

Beda Perlakuan Vietnam dan Indonesia Soal BBM Etanol 10 Persen: Ngebut vs Maraton

Otomotif | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 10:37 WIB

BBM Etanol Heboh? Suzuki Siap Pamer Fronx dan Gixxer SF 250 yang Aman Tenggak 85 Persen Etanol

BBM Etanol Heboh? Suzuki Siap Pamer Fronx dan Gixxer SF 250 yang Aman Tenggak 85 Persen Etanol

Otomotif | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 08:49 WIB

Bahlil: Impor Minyak 1 Juta Barel per Hari Bikin Devisa Negara 'Bocor' Rp 776 Triliun per Tahun

Bahlil: Impor Minyak 1 Juta Barel per Hari Bikin Devisa Negara 'Bocor' Rp 776 Triliun per Tahun

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:41 WIB

Etanol 10 Persen Bikin Geger, Tengok Dulu Standar Bensin di Amerika yang Tembus Nyaris 90 Persen

Etanol 10 Persen Bikin Geger, Tengok Dulu Standar Bensin di Amerika yang Tembus Nyaris 90 Persen

Otomotif | Kamis, 09 Oktober 2025 | 11:38 WIB

Terpopuler: Nissan Siapkan Pesaing HR-V, Tandingan Jimny dengan Harga Miring

Terpopuler: Nissan Siapkan Pesaing HR-V, Tandingan Jimny dengan Harga Miring

Otomotif | Kamis, 09 Oktober 2025 | 06:56 WIB

Dipakai Campuran BBM, Ketahui Manfaat dan Dampak Etanol untuk Kendaraan

Dipakai Campuran BBM, Ketahui Manfaat dan Dampak Etanol untuk Kendaraan

Otomotif | Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:44 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×