- Aman Hingga 10% – Mitsubishi Xpander sesuai buku manual resmi boleh memakai bensin dengan campuran etanol sampai 10% (E10), asalkan oktan minimal 90.
- Dampak Mesin – Etanol membuat pembakaran lebih bersih, tapi energi lebih rendah sehingga konsumsi bisa sedikit boros; risiko muncul jika kadar etanol melebihi 10%.
- Konteks Kebijakan – Pemerintah merencanakan mandatori E10 mulai 2026, sehingga pemilik Xpander tidak perlu khawatir selama mengikuti batasan pabrikan.
Suara.com - Belakangan ini dunia otomotif tanah air kembali ramai membicarakan soal bahan bakar. Pertamina yang ditunjuk sebagai pintu tunggal impor BBM menuai polemik setelah SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo menolak membeli base fuel impor Pertamina.
Alasannya, BBM tersebut mengandung etanol 3,5 persen, padahal kesepakatan awal disebutkan base fuel harus murni tanpa campuran.
Penolakan terjadi karena kandungan etanol dianggap tidak sesuai standar yang biasa dipakai SPBU swasta.
Tak lama berselang, pemerintah mengumumkan rencana mandatori BBM beretanol 10 persen (E10) mulai 2026.
Kebijakan ini tentu membuat banyak pemilik mobil bertanya-tanya: apakah kendaraan mereka aman menggunakan BBM dengan campuran etanol 10 persen?
Kata Buku Manual Mitsubishi Xpander
Seperti yang Suara.com kutip dari buku manual Mitsubishi Xpander, pada halaman 2-2 disebutkan bahwa:
- Bahan bakar yang disarankan: bensin bebas timbal dengan angka oktan minimum 90.
- Ethanol (Gasohol): pencampuran hingga 10 persen etanol dengan 90 persen bensin masih diperbolehkan.
Artinya, secara teknis Xpander aman menggunakan BBM dengan campuran etanol sampai 10 persen. Namun, jika kadar etanol melebihi batas tersebut, risiko kerusakan mesin meningkat.
Suara.com juga menengok buku manual mobil-mobil yang mesinnya mirip, yakni Xpander Cross dan juga Xforce.
Kesimpulannya juga mereka sama seperti Xpander biasa, yakni maksimal kandungan etanol pada BBM terbatas pada 10 persen.

Apa Dampaknya bagi Mesin?
Secara teori, etanol punya angka oktan tinggi (sekitar 108–110), sehingga bisa membantu pembakaran lebih bersih. Namun, etanol juga memiliki kandungan energi lebih rendah dibanding bensin murni.
Konsekuensinya, konsumsi BBM bisa sedikit lebih boros. Selain itu, etanol bersifat higroskopis alias mudah menyerap air, sehingga berpotensi menimbulkan korosi jika sistem bahan bakar tidak dirancang untuk itu.
Untungnya, mobil-mobil modern termasuk Xpander sudah kompatibel dengan campuran etanol hingga 10 persen. Jadi, untuk penggunaan harian, seharusnya tidak ada masalah berarti.
Kenapa SPBU Swasta Menolak?

Meski 3,5 persen etanol masih jauh di bawah ambang batas aman (20 persen menurut regulasi internasional), SPBU swasta menolak karena alasan kualitas dan standar internal. Mereka terbiasa menggunakan base fuel murni tanpa etanol, sehingga aditif yang dipakai tidak cocok jika ada campuran alkohol. Dari sisi bisnis, mereka juga ingin menjaga citra premium di mata konsumen.
Bagi pemilik Mitsubishi Xpander, kabar baiknya adalah mobil ini aman menggunakan BBM dengan campuran etanol hingga 10 persen sesuai rekomendasi manual resmi. Jadi, jika kebijakan E10 benar-benar diterapkan tahun depan, pengguna Xpander tidak perlu panik.
Namun, tetap ada catatan:
- Gunakan BBM dengan oktan minimal 90.
- Hindari BBM dengan etanol lebih dari 10 persen.
- Jika muncul gejala knocking atau performa menurun, segera beralih ke BBM dengan oktan lebih tinggi.
Dengan begitu, Xpander tetap bisa melaju nyaman meski era BBM beretanol segera dimulai.