Bahlil: Impor Minyak 1 Juta Barel per Hari Bikin Devisa Negara 'Bocor' Rp 776 Triliun per Tahun

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:41 WIB
Bahlil: Impor Minyak 1 Juta Barel per Hari Bikin Devisa Negara 'Bocor' Rp 776 Triliun per Tahun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam investor daily summit 2025 di JCC, Jakarta, Kamis (9/10/2025). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  •  Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia harus kehilangan devisa sebesar Rp 776 triliun setiap tahunnya. 
  • Kebocoran devisa ini disebabkan oleh masifnya impor minyak mentah untuk menutupi kesenjangan antara produksi dan konsumsi dalam negeri.
  • Presiden Prabowo mendorong terwujudnya kedaulatan dan kemandirian energi nasional. 

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia kehilangan devisa sebesar Rp 776 triliun setiap tahunnya. Kebocoran devisa ini disebabkan oleh masifnya impor minyak mentah untuk menutupi kesenjangan antara produksi dan konsumsi dalam negeri.

Bahlil memaparkan, produksi minyak siap jual (lifting) dalam negeri saat ini hanya mencapai sekitar 580 ribu barel per hari, sementara konsumsi nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. Untuk menambal kekurangan tersebut, Indonesia terpaksa harus mengimpor sekitar 1 juta barel minyak setiap harinya.

"Dari 2008 sampai dengan 2024, target APBN itu tidak pernah kita capai di dalam lifting. Turun terus. Makanya kita impor 1 juta barel per hari," kata Bahlil dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

"Dan di situlah devisa kita hilang setiap tahun kurang lebih sekitar Rp 776 triliun."

Oleh karena itu, menurut Bahlil, Presiden Prabowo Subianto mendorong terwujudnya kedaulatan dan kemandirian energi nasional. Tujuannya adalah agar seluruh kebutuhan energi dalam negeri dapat dipenuhi secara mandiri.

"Agar apa? Seluruh kebutuhan dalam negeri kita, bisa kita penuhi. Dan uang kita tidak perlu keluar ke luar negeri. Ini juga bagian salah satu instrumen untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar," kata Bahlil.

Untuk mencapai target tersebut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan dua strategi utama:

1. Optimalisasi Sumur Minyak yang Ada: Pemerintah akan mengoptimalkan sekitar 40.000 sumur minyak yang sudah ada di Indonesia dengan intervensi teknologi, salah satunya melalui Enhanced Oil Recovery (EOR).

2. Eksekusi Wilayah Kerja Baru: Mempercepat eksekusi lebih dari 300 wilayah kerja yang sudah selesai tahap eksplorasi dan telah memiliki Plan of Development (POD).

baca juga

"Kita harus intervensi dengan teknologi... Yang kedua adalah sumur-sumur atau wilayah-wilayah kerja yang sudah selesai dieksplorasi... itu harus segera dieksekusi," ujar Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Izin 190 Perusahaan Tambang Dibekukan, Bahlil: Hutan Rusak, Siapa Tanggung Jawab?

Izin 190 Perusahaan Tambang Dibekukan, Bahlil: Hutan Rusak, Siapa Tanggung Jawab?

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:09 WIB

Resmi Meluncur: Electricity Connect 2025, Kolaborasi untuk Energi Tangguh dan Berdaulat

Resmi Meluncur: Electricity Connect 2025, Kolaborasi untuk Energi Tangguh dan Berdaulat

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:37 WIB

PP 39/2025 Terbit, Pemerintah Prioritaskan Stok Batu Bara untuk BUMN Energi dan Industri Strategis

PP 39/2025 Terbit, Pemerintah Prioritaskan Stok Batu Bara untuk BUMN Energi dan Industri Strategis

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:02 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×