Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 12:42 WIB
Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia
Toyota disebut akan berinvestasi membangun pabrik bioetanol di Indonesia. (Suara.com/Gemini)
  • Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengeklaim Toyota akan membangun pabrik bioetanol di Indonesia.
  • Pabrik bioetanol dibangun untuk memenuhi kebutuhan E10, yang diperkirakan mencapai 4 juta kilo liter per tahun.
  • Toyota akan bekerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan bioetanol di Indonesia.

Suara.com - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyampaikan Toyota mengambil peluang investasi untuk memenuhi kebutuhan bioetanol Indonesia, mengingat kebijakan mandatori pencampuran 10 persen (E10) ke BBM segera diterapkan.

Todotua yang juga menjabat Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengatakan ia telah membahas rencana investasi Toyota dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, yang sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo untuk mendorong swasembada energi, ekonomi hijau serta hilirisasi.

Pembahasan itu dilakukan pada akhir pekan kemarin dalam pertemuan dengan CEO of Asia Region Toyota Motor Corporation Masahiko Maeda, serta mengunjungi fasilitas riset di Fukushima milik Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RABIT).

‎"Saat ini, kebutuhan bahan bakar di dalam negeri mencapai lebih dari 40 juta kiloliter per tahun, dengan kewajiban E10 maka setidaknya Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol di 2027 dan agar tidak kehilangan momentum, maka persiapan pembangunan pabrik pendukung harus dimulai dari sekarang. Peluang inilah yang ditangkap oleh Toyota yang juga sudah mengembangkan mobil berbahan bakar bioetanol di banyak negara," ucap Todotua di Jakarta, Senin (10/11/2025).

‎Dalam kolaborasi risetnya di Jepang melalui RABIT, Toyota tengah mengembangkan bioetanol generasi kedua yang bersumber dari biomassa nonpangan, seperti limbah pertanian dan tanaman sorgum.

‎Teknologi ini dinilai sangat relevan dengan potensi agrikultur Indonesia yang melimpah dan kondisi agroklimat yang cocok untuk budidaya secara berkelanjutan.

‎"Kemarin saat kunjungan kami juga telah berdiskusi dengan RABIT, bahwa teknologi pabrik bioetanol generasi kedua ini dapat memanfaatkan berbagai macam limbah pertanian sehingga teknologinya cocok dengan Indonesia yang tidak hanya memiliki potensi tanaman sorgum, tetapi bisa juga dari tebu, padi, singkong, kelapa sawit, aren dan lain-lain," kata dia.

Berdasarkan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis yang dimiliki Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sejumlah wilayah seperti Lampung telah disiapkan untuk menjadi sentra pengembangan industri bioetanol, dengan dukungan bahan baku dari tebu, singkong, dan sorgum.

‎Investasi di sektor ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat rantai pasok energi bersih, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong kesejahteraan petani lokal di daerah.

‎"Sebagai pioneer project, tadi sudah didiskusikan akan bekerjasama dengan Pertamina NRE (New Renewable Energy) di Lampung, untuk bahan bakunya juga tidak hanya dari perusahaan tapi juga melibatkan petani dan koperasi tani setempat sehingga juga dapat menggerakkan perekonomian di daerah, nantinya untuk suplai energi juga diintegrasikan dengan plant geothermal dan hidrogen milik Pertamina," kata Todotua.

Dalam kesempatan yang sama, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyampaikan minat untuk berinvestasi dalam pengembangan industri bioetanol di Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi global Toyota untuk mengamankan pasokan bahan bakar bagi kendaraan flex-fuel berbasis bioetanol, sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor.

‎"Sepulangnya dari Tokyo, baik Toyota maupun Pertamina akan langsung melakukan joint study dan site visit ke lokasi di Lampung, targetnya pada awal tahun 2026 perusahaan patungan (JV) sudah terbentuk," ujarnya.

Menurut dia, dalam rangka mendukung kebijakan E10, saat ini tengah dikaji rencana pengembangan fasilitas dengan kapasitas produksi sebesar 60.000 kiloliter per tahun dan nilai investasi Rp2,5 triliun.

"Investasi ini menjadi langkah awal yang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara lain," ucap Todotua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TGRI Sapu Bersih Semua Kelas Kejurnas Autokhana 2025

TGRI Sapu Bersih Semua Kelas Kejurnas Autokhana 2025

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 12:10 WIB

Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!

Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 11:26 WIB

Pertamina Kembangkan BBN dari Bahan Baku Gula Aren

Pertamina Kembangkan BBN dari Bahan Baku Gula Aren

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 07:58 WIB

Honda dan Toyota Mulai Berpaling dari China, India Jadi Tujuan

Honda dan Toyota Mulai Berpaling dari China, India Jadi Tujuan

Otomotif | Senin, 10 November 2025 | 19:01 WIB

Pilihan Mobil LCGC Tujuh Penumpang Bekas di Bawah Rp100 Juta

Pilihan Mobil LCGC Tujuh Penumpang Bekas di Bawah Rp100 Juta

Otomotif | Senin, 10 November 2025 | 19:05 WIB

Terkini

9 Pilihan Mobil Paling Irit BBM, Tangguh Harian Hadapi Isu Kenaikan Bensin

9 Pilihan Mobil Paling Irit BBM, Tangguh Harian Hadapi Isu Kenaikan Bensin

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 16:23 WIB

Mobil Elf Muat Berapa Orang? Cocok Buat Liburan, Intip Fakta Uniknya

Mobil Elf Muat Berapa Orang? Cocok Buat Liburan, Intip Fakta Uniknya

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 16:00 WIB

Mitos atau Fakta? Pajak Mobil Hybrid Lebih Mahal Ketimbang Kendaraan Bensin

Mitos atau Fakta? Pajak Mobil Hybrid Lebih Mahal Ketimbang Kendaraan Bensin

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 15:58 WIB

Pikap India Sudah Terlanjur Diimpor, Tetap Disalurkan ke Kopdes Merah Putih

Pikap India Sudah Terlanjur Diimpor, Tetap Disalurkan ke Kopdes Merah Putih

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 15:36 WIB

Terapkan 7 Trik Rahasia Google Maps Berikut, Bebas Nyasar ke Hutan atau Sawah

Terapkan 7 Trik Rahasia Google Maps Berikut, Bebas Nyasar ke Hutan atau Sawah

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 15:09 WIB

Segini Penurunan Harga Mitsubishi Xpander Cross 2024 vs Baru: Makin Terjangkau, Selisih Berapa?

Segini Penurunan Harga Mitsubishi Xpander Cross 2024 vs Baru: Makin Terjangkau, Selisih Berapa?

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 14:56 WIB

5 Mobil yang Paling Cocok Buat Orang yang Malas Ganti Oli, Mulai Rp60 Jutaan

5 Mobil yang Paling Cocok Buat Orang yang Malas Ganti Oli, Mulai Rp60 Jutaan

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 14:28 WIB

Penantang HR-V dan Yaris Cross: Nissan Kenalkan Mobil Hybrid Generasi Terbaru

Penantang HR-V dan Yaris Cross: Nissan Kenalkan Mobil Hybrid Generasi Terbaru

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 14:12 WIB

Tips Rawat Mobil Listrik dan Hybrid Setelah Dibawa Perjalanan Mudik Lebaran 2026

Tips Rawat Mobil Listrik dan Hybrid Setelah Dibawa Perjalanan Mudik Lebaran 2026

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 14:05 WIB

Apa Itu Biodiesel B50? Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Energi Nasional di 2026

Apa Itu Biodiesel B50? Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Energi Nasional di 2026

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 14:05 WIB