Biofuel Bobibos Bikin Mesin Joss atau Malah Boncos? Simak Fakta Efeknya ke Komponen Mobil

Farah Nabilla, Gagah Radhitya Widiaseno

Jum'at, 05 Desember 2025 | 10:56 WIB
Biofuel Bobibos Bikin Mesin Joss atau Malah Boncos? Simak Fakta Efeknya ke Komponen Mobil
Biofuel Bobibos Bikin Mesin Joss atau Malah Boncos? Simak Fakta Efeknya ke Komponen Mobil (Instagram)
baca 10 detik
  • Inovasi biofuel organik menawarkan harapan baru energi alternatif, namun wajib melewati uji klinis ketat pada mesin kendaraan modern.
  • Sifat kimia biofuel yang lebih keras berisiko membuat komponen karet dan plastik seperti selang bensin menjadi getas atau rusak.
  • Efisiensi biaya produksi massal menjadi tantangan utama agar harga jualnya bisa lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar fosil.

Di sana terdapat banyak seal karet, O-ring, dan selang plastik yang berfungsi menjaga agar bahan bakar tidak bocor.

Tanpa adanya campuran zat aditif khusus, biofuel yang bersifat keras dapat membuat komponen karet tersebut menjadi getas, kaku, bahkan hancur dalam jangka waktu tertentu.

Inilah alasan mengapa Kementerian ESDM mewajibkan uji laboratorium yang ketat sebelum sebuah bahan bakar alternatif dilepas ke publik.

Tujuannya jelas, untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan melindungi konsumen dari kerusakan mesin yang fatal.

Selain masalah teknis pada mesin, tantangan terbesar dari proyek biofuel organik seperti ini adalah kalkulasi ekonomisnya.

Proses pirolisis membutuhkan energi panas yang besar untuk membakar bahan baku (seperti kayu atau sampah organik) hingga menghasilkan tetesan bahan bakar.

Jika biaya produksi dan energi yang dikeluarkan lebih mahal daripada harga seliter bensin di SPBU, maka produk ini akan sulit bersaing secara komersial.

Namun, jika formulanya berhasil disempurnakan dengan biaya rendah dan aman bagi komponen mesin, ini akan menjadi kabar gembira bagi kemandirian energi Indonesia.

Oleh karena itu, sikap skeptis yang sehat sangat diperlukan sambil menunggu hasil uji validasi yang transparan.

baca juga

Jangan sampai niat hemat BBM justru berujung pada turun mesin karena seal-seal karet yang rontok menyumbat saluran bahan bakar.

Untuk saat ini, bijaklah dalam memilih asupan energi bagi kendaraan kesayangan Anda hingga ada jaminan keamanan yang pasti.

Risiko Teknis Penggunaan Biofuel Tanpa Aditif

Berikut adalah rincian potensi masalah yang wajib diwaspadai pemilik mobil:

  • Kerusakan Seal Karet & O-Ring: Sifat kimia biofuel yang keras dapat mengikis elastisitas karet, menyebabkannya menjadi getas, retak, dan memicu kebocoran bahan bakar yang berbahaya.
  • Korosi pada Selang Plastik: Jalur bahan bakar modern banyak menggunakan material plastik khusus yang mungkin tidak resisten terhadap senyawa organik tertentu dalam biofuel mentah.
  • Residu Pembakaran: Tanpa pemurnian yang sempurna, sisa pembakaran biofuel bisa meninggalkan kerak karbon lebih cepat pada ruang bakar dan injektor.
  • Kesesuaian Mesin: Mesin diesel dan bensin membutuhkan spesifikasi flash point dan viskositas yang berbeda, sehingga satu jenis biofuel tidak bisa dipukul rata untuk semua jenis mesin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Aturan Subsidi BBM Terbaru: Pajero Sport dan Fortuner Tak Boleh Beli Solar Murah

5 Fakta Aturan Subsidi BBM Terbaru: Pajero Sport dan Fortuner Tak Boleh Beli Solar Murah

Otomotif | Rabu, 26 November 2025 | 18:49 WIB

5 Poin Mengejutkan dari Rapor Akhir KTT Iklim COP30: Apa Saja yang Disepakati?

5 Poin Mengejutkan dari Rapor Akhir KTT Iklim COP30: Apa Saja yang Disepakati?

News | Senin, 24 November 2025 | 18:40 WIB

Negosiasi Panas Krisis Iklim Kandas Gegara Kebakaran di Dapur COP30, Apa Penyebabnya?

Negosiasi Panas Krisis Iklim Kandas Gegara Kebakaran di Dapur COP30, Apa Penyebabnya?

News | Minggu, 23 November 2025 | 06:00 WIB

Terkini

Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak

Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:35 WIB

Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya

Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya

Lampung | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:31 WIB

Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi

Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:30 WIB

Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL

Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:26 WIB

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:25 WIB

6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI

6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:22 WIB

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:18 WIB

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:03 WIB

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:01 WIB

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:00 WIB

×