- John Herdman masuk radar calon pelatih Timnas Indonesia dengan reputasi gemilang di Kanada.
- Bukan supercar, ia justru fanatik pada Volkswagen Beetle klasik alias VW Kodok.
- Unit kesayangannya adalah VW Beetle Ragtop 1962 yang penuh nilai sentimentil dan sejarah.
Suara.com - Isu kedatangan John Herdman sebagai calon juru taktik baru Timnas Indonesia semakin santer terdengar di penghujung tahun 2025 ini.
Namun siapa sangka, sosok di balik kesuksesan Timnas Kanada ini memiliki selera otomotif yang sangat sederhana dan jauh dari kesan glamor.
Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa kendaraan kebanggaannya hanyalah sebuah mobil tua yang sarat akan kenangan romantis.
Sisi Lain Sang Arsitek Lapangan Hijau
Nama John Herdman kini tengah menjadi buah bibir pecinta sepak bola Tanah Air berkat rekam jejaknya yang mentereng di level internasional.
Di balik tangan dinginnya yang disiplin, pelatih asal Inggris ini ternyata menyimpan kecintaan mendalam pada Volkswagen Beetle atau akrab disapa VW Kodok seperti diansir dari Huffpost.
Pilihan kendaraannya ini sangat kontras dengan gaya hidup pelatih top dunia yang umumnya mengoleksi deretan supercar atau SUV premium terbaru.
Herdman justru memilih merawat sebuah VW Beetle Ragtop lansiran tahun 1962 yang telah direstorasi penuh di Kanada.
Keputusan ini seolah mencerminkan filosofi hidupnya yang lebih menghargai nilai historis, loyalitas, dan kesederhanaan ketimbang kemewahan semata.
![Ilustrasi VW Beetle. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/07/10/55097-vw-beetle.jpg)
Sejarah Panjang Bersama VW Kodok
Kecintaan Herdman pada mobil ikonik Jerman ini bukanlah hobi yang baru muncul kemarin sore.
Mobil ini memiliki ikatan emosional yang kuat, menemani perjalanan karier hingga kisah asmaranya sejak masa muda.
Berikut adalah fakta menarik hubungan John Herdman dengan VW Beetle kesayangannya:
- Saksi Perjuangan Masa Mahasiswa:
Saat masih menimba ilmu, Herdman mengandalkan VW Beetle lawas berwarna perak untuk mobilitas harian dari Leeds ke Consett, Inggris.
- Mobil Penuh Kenangan:
Kendaraan sederhana tersebut menjadi saksi bisu perjalanan cintanya dengan sang istri sebelum akhirnya rusak akibat kecelakaan.
- Memilih Unit Restorasi:
Saat berada di Kanada, ia dihadapkan pada pilihan membeli bahan proyek atau unit jadi, namun karena jadwal padat, ia memilih unit 1962 yang sudah mulus (restorasi total).
- Prioritas Keluarga:
Keputusan membeli mobil jadi diambil agar ia bisa langsung menikmati momen berkendara santai bersama keluarga tanpa tersita waktu di bengkel.
- Simbol Kesederhanaan:
Hingga kini, VW Beetle klasik tersebut masih terparkir rapi di garasinya, menjadi bukti bahwa pelatih berkelas dunia ini tetap membumi.
Jika rumor kedatangannya ke Indonesia benar terwujud, menarik untuk dinanti apakah ia akan berburu VW Kodok di pasar mobil klasik Tanah Air.