-
Setelah membeli mobil bekas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan supaya kendaraan awet.
-
Salah satunya, segera urus balik nama mobil bekas untuk menghindari kendala pajak progresif.
-
Lalu sebaiknya ganti seluruh cairan, filter, dan cek kaki-kaki demi keamanan dan pastikan sistem pendingin dan kelistrikan normal guna mencegah risiko mobil mogok.
Suara.com - Mobil bekas cukup menjadi favorit untuk Anda yang membutuhkan kendaraan keluarga, tetapi dengan budget miring.
Namun ingat, beli mobil bekas juga perlu banyak pertimbangan agar tak berujung rugi dan menguras kantong.
Selain Anda perlu memikirkan kondisi mesin dan lainnya, Anda juga harus melakukan beberapa servis setelah membeli mobil bekas.
Berikut ini, beberapa hal yang harus dilakukan setelah membeli mobil bekas.
1. Langsung Urus Surat-Surat
Pemilik lama biasanya akan langsung memblokir KTP mereka supaya nggak kena pajak progresif.
![Ilustrasi mobil matic melaju di jalanan. [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/30/24514-ilustrasi-mobil-bekas.jpg)
Karena itu, segera urus balik nama atau mutasi ke kantor Samsat terdekat agar legalitas kendaraanmu aman dan urusan bayar pajak tahunan jadi lebih mudah.
2. Ganti Semua Cairan dan Filter
Karena Anda tak tahu persis sejarah mobil bekas yang dibeli, sebaiknya ganti semua jenis cairan mobil.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Matic yang Enak Buat Touring Jauh dan Nanjak
Seperti, ganti oli mesin, oli transmisi, oli gardan, minyak rem hingga air radiator.
Selain itu, jangan lupa ganti filter oli, filter udara, filter kabin (AC), dan filter bensin.
3. Cek Bagian Kaki-Kaki dan Ban Mobil
Kalau mobil berbunyi saat lewat jalan rusak, itu tandanya ada masalah pada kaki-kaki.
Karena itu, cek kondisi shockbreaker, tie rod, dan bushing.
Selain itu, cek pula usia ban dengan melihat kode 4 digit di dinding ban.
Kalau sudah lewat 5 tahun, sebaiknya ganti walau kembangannya masih tebal.
Cek pula bagian spooring dan balancing, supaya setir lurus dan ban tidak cepat habis sebelah.
4. Cek Sistem Pendingin
Mobil bekas juga sangat berisiko mogok ketika overheat di tengah jalan.
Karena itu, bawa mobil bekas ke bengkel radiator untuk mengetahui ada kebocoran di selang atau radiator yang mampet.
Gunakan air coolant berkualitas, jangan air keran biasa karena bisa bikin karatan.
Jangan lupa cek juga kipas radiator masih berputar kencang atau tidak.
5. Cek Kelistrikan dan Aki
Lampu-lampu redup atau starter yang berat bisa jadi tanda aki mobil mulai soak atau pengisi daya bermasalah.
Kelistrikan yang normal biasanya berada di angka 13-13,8 volt saat mesin menyala.
Jangan sampai kelistrikan bocor, karena bisa membuat Anda harus sering ganti aki.
6. Bersihkan Kabin dari Bakteri
Interior mobil bekas mungkin terlihat bersih dan harum, tapi bukan berarti kuman dan bakteri yang menempel di dalamnya sudah hilang.
Karena itu, sebisa mungkin cuci bersih jok, karpet dan plafon setelah membeli mobil bekas.
Anda bisa menggunakan layanan pengasapan yang mengandung disinfektan.
Proses ini cuma butuh waktu sebentar tapi ampuh membunuh kuman dan jamur di sela-sela AC yang tak terjangkau tangan.