Suara.com - Toyota IST mungkin tidak terlalu familiar di kalangan pecinta otomotif, namun kiprahnya sudah ada sejak Toyota Yaris belum resmi meluncur di bursa otomotif Indonesia.
IST merupakan hatchback besutan Jepang yang masuknya tidak lewat Toyota Astra Motor, melainkan melalui CBU atau import utuh sekitar tahun 2000-an, fitur bawaan menggunakan standar khas Jepang.
Sayangnya, IST tidak bertahan lama, penjualannya hanya bertahan dalam kurun 3 tahun, terkendala bodi dan pajak. Tampilannya yang mencolok di jalan membuat IST populer di kalangan anak muda pada masanya.
Toyota IST merupakan hatchback pertama yang diluncurkan Toyota setelah Starlet, sekaligus jadi pelopor crossover Toyota masa kini.
Meskipun saat ini IST sudah berganti wajah jadi Toyota Yaris, namun masih ada saja penggemar setianya. Apalagi dilihat secara sekilas, tampilan IST mirip dengan hatchback-hatchback populer yang tersedia di pasaran.
Yang membedakan IST dengan hatchback lainnya, bisa dilihat dari interior, eksterior, serta segudang kelengkapannya yang tidak ada pada mobil lain di jamannya. Dengan tampilan macho dan gagah, Toyota IST memancarkan vibes khas mobil Eropa.
Kepopuleran Toyota IST hingga saat ini seakan tak pernah surut, meski sudah tidak lagi diproduksi, akan tetapi masih saja populer di kalangan penggemar setianya.
Jika Anda ingin membelinya, berikut tersaji informasi terkait harga, spesifikasi, pajak tahunan dan konsumsi BBM dari mobil Toyota IST. Berikut penjelasan singkatnya.
Harga Mobil Bekas Toyota IST
Baca Juga: Mobil Keluarga Super Terjangkau Harga di Bawah Honda BeAT: Intip Pesona Daihatsu Zebra

Menurut informasi dari salah satu platform jual beli mobil bekas, harga Toyota IST bervariasi, tergantung kondisi dan lokasi pembelian. Umumnya, dijual mulai dari Rp75 jutaan.
- Toyota IST 1.3 2003: Harga Rp97.500.000.
- Toyota IST 1.5 2004: Harga Rp85.000.000.
- Toyota IST 1.3 2005: Harga Rp75.000.000.
Spesifikasi Toyota IST 2003
Apabila dilihat sekilas, Toyota IST sekilas mirip Suzuki Swift, meskipun aksesorisnya berbeda jauh dan Toyota IST 2003 terlihat lebih membulat.
Bagian depan Toyota IST menggunakan head lamp dengan proyektor, grill depan dua tingkat yang sederhana, serta terdapat fog lamp dan lubang angin di bumper depan yang memberian kesan sporty dan dinamis.
Bagian samping mobil ini terlihat seperti Suzuki Swift dengan side skirt dan pelek alloy di kaki-kaki membuat tampilan IST lebih sporty.
Bagian belakang mobil menggunakan rear combination lamp dimana lampu stop dan lampu sein berbentuk bulat digabung dalam satu frame. Bumper kit dan roof spoiler memberikan kesan yang sporty.
Bagian dashboard cukup sederhana dengan dilengkapi sistem audio Double Din sebagai hiburan, AC Control memberikan suasana yang nyaman dalam kabin.
Setir kemudi dibalut dengan bahan kulit yang sudah disematkan Power Steering untuk memudahkan pengemudi mengendalikan setir kemudi.
Dengan konfigurasi dua baris, mampu menampung hingga 5 orang penumpang. Kelebihan kursi pada mobil ini sudah dibalut dengan kulit berkualitas sehingga memberikan kesan mewah dan nyaman.
Bagasi mobil ini cukup luas untuk menampung barang banyak, baik berukuran sedang maupun barang besar.
Fitur keselamatannya juga lengkap seperti Dual SRS airbags, sistem pengereman menggunakan ABS, dan Vehicle Stability Control untuk mengontrol lacu pengemudi.
Mesin menggunakan tipe 1.3 L 1NZ-FE DOHC VVT-i NCP60 berkekuatan 1.300 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 86 Ps di perputaran 6.000 rpm dengan torsi maksimum 121 Nm.
Untuk tipe 1.5L 2NZ-FE DOHC VVT-i NCP60 berkekuatan 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 111 Ps pada perputaran mesin 6.000 rpm dengan torsi maksimum 141 Nm.
Konsumsi BBM Toyota IST
Untuk penggunaan dalam kota, Toyota IST terbilang cukup boros. Dengan penumpang 2 orang serta ada audio di dalamnya, apabila pengemudi menggunakan Pertamax Plus dapatnya sekitar 1:10.
Biaya Pajak Tahunan Toyota IST
Bayar pajak adalah sebuah kewajiban bagi pemilik kendaraan. Berapa besaran biaya pajak mobil tergantung tipe dan tahun produksinya.
Namun untuk Toyota IST karena statusnya sebagai mobil CBU atau Completely Built Up impor, seringkali dikategorikan mobil mewah dengan pajak progresif.
Biaya pajak tahunannya tentu lebih tinggi dari produk lokal, diperkirakan mulai beberapa beberapa juta hingga belasan juta per tahun.
Kontributor : Damayanti Kahyangan