- LCGC bekas unggul pada konsumsi BBM irit hingga 22 kilometer per liter.
- Hatchback non-LCGC menawarkan kenyamanan kabin premium dan fitur teknologi lebih canggih.
- Pajak tahunan LCGC jauh lebih ringan dibandingkan mobil Hatchback kelas 1.500 cc.
Suara.com - Cari mobil untuk mobilitas harian di kota besar yang macet pilihannya antara mobil LCGC (Low Cost Green Car) bekas atau Hatchback kecil.
Mobil LCGC (Low Cost Green Car) bekas atau Hatchback kecil sebenarnya sama-sama lincah dan mudah diparkir.
Namun, manakah di antara mobil LCGC (Low Cost Green Car) bekas atau Hatchback kecil yang lebih efisien dipakai harian di perkotaan.
Kelebihan dan Kekurangan Mobil LCGC Bekas
Jika prioritas utama Anda mencari mobil yang biaya operasionalnya rendah, maka mobil LCGC bekas seperti Agya, Ayla, Brio Satya adalah pilihan yang tepat.

Sebab, mobil jenis ini memang dirancang irit pengeluaran karena memiliki mesin 1.000 cc - 1.200 cc.
Sehingga, konsumsi BBM-nya bisa menembus 18-22 km/liter dan cocok untuk pengemudi yang sering terkena macet.
Selain itu, mobil LCGC biasanya memiliki pajak tahunan yang lebih ringan dibandingkan mobil biasa, yakni kisaran Rp1-2 jutaan.
Harga bekas LCGC biasanya sudah jatuh 30-40% dari harga baru.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Matcha, Wanginya Bikin Rileks
Jadi, Anda bisa dapat unit LCGC tahun muda dengan harga yang sangat terjangkau.
Selain itu, suku cadang mobil LCGC tersedia di mana-mana, bahkan di bengkel pinggir jalan sekalipun dengan harga yang murah.
Namun, mobil LCGC ini biasanya memiliki fitur yang standar, tenaga mesin pas-pasan, dan material kabin terasa lebih sederhana.
Kelebihan dan Kekurangan Hatchback Non-LCGC

Jika Anda ingin mobil ukuran kecil tapi tak mau terlihat ekonomis, Hatchback non-LCGC, seperti Jazz, Yaris dan Ignis bisa jadi pilihan tepat.
Sebab, mobil jenis ini memiliki material interior lebih premium, kekedapan kabin lebih baik, dan fitur-fitur teknologinya lebih canggih.