Suara.com - Toyota dikenal sebagai pabrikan otomotif yang memiliki sejarah panjang dalam menghadirkan kendaraan tangguh.
Salah satu ikon legendarisnya adalah Toyota Hardtop Land Cruiser FJ 40, mobil off-road klasik yang hingga kini masih diburu kolektor dan penggemar kendaraan 4x4. Meski usianya sudah puluhan tahun, pesona dan ketangguhan FJ40 tak pernah benar-benar pudar.
Toyota Land Cruiser FJ40 pertama kali diperkenalkan pada awal 1950-an dan diproduksi hingga 1984. Varian hardtop hadir dengan atap kaku berbahan logam yang dirancang untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari cuaca ekstrem serta kondisi alam berat.
Tak heran, mobil ini banyak digunakan untuk ekspedisi, kendaraan dinas, hingga medan pegunungan seperti kawasan Bromo.
Dari segi tampilan, Toyota Hardtop FJ40 menawarkan desain klasik yang sangat khas. Wajah depannya menampilkan lampu bulat besar dengan sein terpisah berukuran kecil, kisi-kisi radiator sederhana, serta emblem Toyota klasik.
Bentuk bodinya mengotak, kaku, dan maskulin, ciri SUV sejati era 1960–1970-an.
Bagian samping terlihat simpel dengan kaca spion bertangkai dan ground clearance tinggi, membuatnya sangat mumpuni melintasi jalan berbatu, sungai, hingga tanjakan ekstrem.
Sementara di bagian belakang, ban cadangan yang menggantung di pintu menjadi ciri khas yang sering disebut “konde”. Meski ikonik, pintu belakang ini perlu perlakuan ekstra hati-hati karena beban ban yang cukup berat.
Spesifikasi Toyota Hardtop Land Cruiser FJ40
Baca Juga: Pereli Indonesia Julian Johan Tembus Posisi Enam Besar Stage Satu Rally Dakar 2026
Di Indonesia, Toyota FJ40 umumnya dibekali mesin bensin enam silinder segaris yang terkenal bandel. Berikut gambaran spesifikasinya:
Dimensi
- Panjang: 3.840 mm
- Lebar: 1.666 mm
- Tinggi: 2.000 mm
- Wheelbase: 2.285 mm
Mesin
- Tipe mesin: F-OHV 6 silinder segaris
- Kapasitas: 3.878 cc
- Tenaga maksimum: sekitar 125 PS pada 3.600 rpm
- Torsi maksimum: kurang lebih 290 Nm pada 2.000 rpm
Mulai tahun 1975, Toyota mengganti mesin F dengan mesin 2F-OHV berkapasitas 4.230 cc yang menawarkan tenaga dan torsi lebih besar. Seluruh varian menggunakan bahan bakar bensin.
Transmisi dan Sistem Penggerak
- Transmisi manual 3 atau 4 percepatan
- Sistem penggerak 4x4 part time
Untuk sektor kaki-kaki, FJ40 mengandalkan suspensi per daun (leaf spring) di depan dan belakang yang dikombinasikan dengan shock absorber. Suspensi ini memang terasa keras di jalan aspal, tetapi sangat tangguh di medan off-road.