Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 26 Februari 2026 | 16:40 WIB
Bak Bumi dan Langit! Pickup Impor Koperasi Merah Putih vs Esemka Kebanggaan Jokowi Mending Mana?
Pick Up Esemka Bima. (Esemka)

Suara.com - Perdebatan soal kendaraan niaga kembali mencuat setelah PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil niaga dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih. Nilai kontraknya pun tidak main-main, mencapai Rp24,66 triliun.

Pengadaan ini melibatkan dua raksasa otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya, 35.000 unit Mahindra Scorpio Pick Up, 35.000 unit Tata Yodha Pick Up, serta 35.000 unit Tata Ultra T.7 Light Truck.

Di sisi lain publik tentu tak lupa pada pick up lokal Esemka, khususnya model Bima 1.2L dan 1.3L yang sempat menjadi simbol kebangkitan industri otomotif nasional.

Merek mobil buatan Indonesia yang diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi ini memang menjadi kebanggaan Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat sebagai presiden.

Lantas jika dibandingkan, sebenarnya beda kelasnya sejauh apa antara pick up impor dari India dengan pick up Esemka? Simak penjelasan berikut ini.

Pickup Impor: Dirancang untuk Medan Berat

3 pick up impor dari India: Mahindra Scorpio Pick Up, Tata Yodha Pick Up, Tata Ultra T.7 [kolase]
3 pick up impor dari India: Mahindra Scorpio Pick Up, Tata Yodha Pick Up, Tata Ultra T.7 [kolase]

Unit yang didatangkan Agrinas bukan varian paling dasar. Sebagian besar merupakan model 4x4 dengan sistem penggerak empat roda (4WD), lengkap dengan transfer case high dan low untuk kebutuhan medan berat.

Mahindra Scorpio Pick Up

Mahindra Scorpio dikenal sebagai kendaraan kerja dengan sasis ladder frame (body-on-frame) yang kuat. Mesin diesel 2.2 liter mHawk berkapasitas 2.184 cc mampu menghasilkan tenaga antara 130–177 hp, dengan torsi besar di kisaran 300–400 Nm.

Transmisi manual 6-percepatan membuatnya relatif sederhana dalam perawatan. Varian 4x4 menjadikannya cocok untuk perkebunan, tambang, hingga wilayah pedesaan dengan infrastruktur terbatas. Secara kelas, Scorpio bisa disejajarkan dengan Toyota Hilux atau Isuzu D-Max. Di pasar India, harganya berada di kisaran Rp250–300 jutaan.

baca juga

Tata Yodha Pick Up

Tata Yodha hadir sebagai kendaraan niaga ringan dengan fokus pada daya angkut besar. Mesin diesel 2.2 liter Direct Injection menghasilkan sekitar 100 hp dan torsi 250 Nm, disalurkan lewat transmisi manual 5-percepatan.

Kapasitas muatannya cukup impresif untuk kelas pick up, mulai dari 1,2 ton hingga 2 ton tergantung varian. Opsi 4x2 dan 4x4 tersedia, begitu pula pilihan single cabin dan crew cabin. Di India, varian dasar Yodha dibanderol sekitar Rp150 jutaan, menjadikannya kompetitif di kelas kendaraan kerja.

Tata Ultra T.7

Berbeda dari dua model sebelumnya, Ultra T.7 masuk kategori light commercial vehicle (LCV). Mengusung mesin diesel 2.956 cc turbo intercooler, tenaganya mencapai 123 hp dalam mode berat dengan torsi puncak 360 Nm.

Gross Vehicle Weight (GVW) mencapai 7,49 ton, menjadikannya cocok untuk distribusi logistik skala besar, hasil pertanian, hingga suplai koperasi desa. Tangki 90 liter membuatnya ideal untuk rute jarak menengah hingga jauh, terutama di wilayah dengan akses SPBU terbatas.

Pick Up Esemka Bima: Fokus Pasar UMKM

Pick Up Esemka Bima
Pick Up Esemka Bima

Sementara itu, Esemka Bima 1.3L hadir dengan pendekatan berbeda. Kendaraan ini menyasar pelaku usaha kecil dan menengah dengan kebutuhan distribusi ringan di perkotaan maupun antarkecamatan.

Dimensinya lebih ringkas, dengan panjang sekitar 4,9 meter dan bak kargo hampir 3 meter. Kapasitas muatannya sekitar 950 kg, dengan berat kotor kendaraan 2.150 kg.

Mesin 1.3L DOHC 16V berkapasitas 1.298 cc menghasilkan tenaga 63 kW dan torsi 105 Nm. Dengan tangki 40 liter dan ban 175/65 R14 LT, Bima lebih cocok untuk operasional dalam kota atau jalur distribusi ringan.

Dari sisi positioning, Esemka Bima jelas berada di kelas berbeda dibandingkan Scorpio 4x4 atau bahkan Tata Ultra T.7.

Jadi, Mending Mana?

Jawabannya sangat tergantung kebutuhan. Jika konteksnya adalah operasional Koperasi Desa Merah Putih yang harus menjangkau wilayah pegunungan, perkebunan, hingga jalan tanah berat, maka pick up impor 4x4 seperti Mahindra Scorpio atau Tata Yodha jelas lebih relevan jika dilihat dari spesifikasi mesin dan daya tahan.

Namun, untuk pelaku UMKM yang membutuhkan kendaraan angkut ringan dengan harga lebih terjangkau, Esemka Bima bisa menjadi opsi rasional, itupun jika masih bisa dipesan.

Secara teknis dan kapasitas angkut, pickup impor berada di level lebih tinggi. Tapi dalam konteks kebanggaan industri lokal dan dukungan terhadap produk dalam negeri, Esemka punya nilai simbolis yang tak bisa diabaikan.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting

Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 14:50 WIB

Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?

Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?

Otomotif | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:02 WIB

DPRD DIY Protes Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Infrastruktur Desa Terancam

DPRD DIY Protes Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Infrastruktur Desa Terancam

Video | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:00 WIB

Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC

Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC

Otomotif | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:26 WIB

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:51 WIB

Terkini

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

×