Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026

Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:35 WIB
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026
Honda di IMOS 2025 (Dok AHM)
Baca 10 detik
  • AISI memproyeksikan pasar motor domestik 2026 stabil di 6,4 hingga 6,7 juta unit, melanjutkan capaian positif 2025.
  • Penggunaan motor sebagai transportasi produktif masih menjadi fondasi kuat pasar domestik Indonesia saat ini.
  • Pemberlakuan opsen daerah serta faktor geopolitik menjadi tantangan utama yang perlu dipertimbangkan industri.

Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI menatap tahun 2026 dengan optimisme. Setelah menutup tahun 2025 dengan pencapaian positif sebesar 6.412.769 unit, industri roda dua nasional kini bersiap menghadapi berbagai tantangan baru yang muncul di awal tahun.

Berdasarkan evaluasi mendalam, pasar motor domestik tahun ini diprediksi akan bergerak stabil pada angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menjelaskan bahwa tren penggunaan sepeda motor sebagai transportasi produktif masih menjadi fondasi utama kekuatan pasar. Keyakinan ini didasari pada performa tahun lalu di mana rata-rata penjualan bulanan mampu menyentuh angka yang signifikan bagi ekonomi nasional.

”Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Sigit, Jumat (9 Januari 2026).

Namun langkah industri pada tahun 2026 tidak sepenuhnya mulus karena adanya pemberlakuan opsen atau pajak tambahan dari sejumlah pemerintah daerah. Kebijakan ini menjadi perhatian serius bagi pelaku industri karena dikhawatirkan dapat memengaruhi minat beli masyarakat di kota besar maupun daerah. Sigit menekankan pentingnya keseimbangan antara pendapatan daerah dan daya beli konsumen.

”Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” tambahnya.

Pengunjung melihat sepeda motor yang dipajang dalam Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat sepeda motor yang dipajang dalam Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Selain isu pajak faktor geopolitik global serta fluktuasi harga komoditas juga diprediksi akan memengaruhi daya beli. Meski demikian AISI yakin segmen skutik tetap akan merajai pasar setelah tahun lalu berhasil memberikan kontribusi dominan sebesar 91,7 persen. Dukungan lembaga pembiayaan yang kuat dengan skema kredit yang sehat juga dipandang sebagai motor penggerak utama untuk mencapai target penjualan tahun ini.

”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” ungkap Sigit.

Industri sepeda motor diharapkan tetap menjadi solusi mobilitas paling efisien bagi masyarakat menengah yang ingin tetap produktif di tengah dinamika ekonomi yang sedang berlangsung. Persaingan antar merek juga diprediksi semakin ketat dengan kehadiran model-model terbaru yang lebih canggih dan irit bahan bakar.

Baca Juga: Kiamat Mobil Listrik China Puluhan Merek Terancam Bangkrut pada 2026

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI