-
Gubernur Kaltim Rudy Masud mendapat mobil dinas baru seharga Rp 8,5 miliar.
-
Pemprov Kaltim menyebut SUV Hybrid dibutuhkan untuk menjangkau medan jalan ekstrem.
-
Koleksi mobil pribadi Rudy Masud di LHKPN hanya bernilai Rp 250 juta.
Suara.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, tengah menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, di tengah rencana efisiensi anggaran pemerintah, muncul pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim yang nilainya fantastis, yakni mencapai Rp8,5 miliar.
Kabar ini dengan cepat memantik perdebatan. Banyak pihak mempertanyakan urgensi pembelian kendaraan dinas jenis SUV Hybrid bermesin 3.000 cc tersebut.
Namun, Pemerintah Provinsi Kaltim punya alasan kuat di balik angka fantastis tersebut.
Bukan Kemewahan, Melainkan Kebutuhan Medan Ekstrem
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa pengadaan mobil senilai Rp8,5 miliar ini bukanlah pemborosan, melainkan keputusan yang telah melalui pertimbangan matang sesuai kebutuhan geografis Kaltim yang ekstrem.
"Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Contohnya saat kunjungan ke Bongan, beliau ingin melihat sendiri kondisi jalan yang dikeluhkan warga," ungkap Sri Wahyuni.
Menurutnya, untuk bisa menjangkau titik-titik krusial dengan medan off-road yang berat, Gubernur membutuhkan kendaraan yang tak hanya representatif, tetapi juga sangat andal.
Hingga kini, belum disebutkan secara spesifik merek mobil SUV hybrid apa yang diboyong ke kantor Gubernur tersebut.
Fakta Mengejutkan: Intip Isi Garasi Pribadi Rudy Mas'ud
Baca Juga: Apakah Mobil Bekas Honda Freed 2015 Boros Bensin dan Pajaknya Mahal? Simak Harga dan Spesifikasinya
Di balik kehebohan mobil dinas miliaran rupiah, ada sebuah anomali yang cukup menarik perhatian jika kita membedah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Rudy Mas'ud.
Meski tercatat memiliki total harta kekayaan yang fantastis, yakni mencapai Rp 166.521.104.827 (Rp 166 miliar), isi garasi pribadi sang Gubernur justru terbilang sangat sederhana dan jauh dari kata mewah.
Berdasarkan LHKPN yang disetorkan pada 20 Maret 2025, aset kendaraan (isi garasi) merupakan bagian dengan nilai paling kecil dari seluruh kekayaannya. Tercatat, total nilai kendaraannya hanya berada di angka Rp250 juta!

Berikut adalah daftar koleksi mobil pribadi Rudy Mas'ud:
- Honda CR-V (Tahun 2010) – Hasil sendiri, senilai Rp 100.000.000.
- Honda Freed (Tahun 2009) – Hasil sendiri, senilai Rp 80.000.000.
- Suzuki X-Over (Tahun 2007) – Hasil sendiri, senilai Rp 70.000.000.

Fakta ini tentu menjadi perbincangan tersendiri. Seorang Gubernur dengan kekayaan ratusan miliar rupiah—yang didominasi oleh aset tanah, bangunan, dan surat berharga—ternyata hanya mengoleksi mobil-mobil keluaran lawas untuk kebutuhan pribadinya.
Kondisi kontras antara garasi pribadi yang sederhana dengan mobil dinas Rp 8,5 miliar ini menunjukkan sisi lain dari gaya hidup sang Gubernur. Bagaimana menurut Anda? Apakah pengadaan mobil dinas seharga miliaran rupiah ini sudah sepadan dengan tugas blusukan ke pelosok Kaltim?