Kia Indonesia Rayakan 25 Tahun dari Era Carnival Hingga Mobil Listrik Masa Depan

Jum'at, 09 Januari 2026 | 16:44 WIB
Kia Indonesia Rayakan 25 Tahun dari Era Carnival Hingga Mobil Listrik Masa Depan
Ilustrasi logo KIA. (Foto: Istimewa)
Baca 10 detik
  • Kia Indonesia merayakan 25 tahun kiprah dengan adaptasi preferensi konsumen dan peluncuran mobil listrik premium.
  • Hingga kini, Kia belum memiliki pabrik perakitan di Indonesia dan semua unit dijual masih berstatus impor.
  • Kia berpotensi memanfaatkan fasilitas pabrik Hyundai di Deltamas, mengingat keduanya berada di bawah satu induk perusahaan.

Suara.com - Kia Indonesia rayakan perjalanan 25 tahun berkiprah di industri otomotif tanah air dengan berbagai produk yang telah ditawarkan.

Pada awal kehadirannya di tahun 2000-an, Kia mencoba peruntungan-nya dengan menghadirkan jajaran produk seperti Carnival, Picanto, dan Rio.

Memasuki periode 2010 hingga 2018, perusahaan terus memperkuat lini produknya dengan menghadirkan Kia Sportage. Seiring dengan tren SUV yang mulai mendominasi pasar otomotif nasional, Kia merespons dengan meluncurkan Seltos dan Sonet.

Jong Sung Park selaku Chief Executive Officer of Kia Sales Indonesia menjelaskan bahwa adaptasi terhadap preferensi konsumen adalah kunci Kia bertahan selama dua setengah dekade di Indonesia.

"Selama dua setengah dekade, Kia terus menyesuaikan produk dan pelayanan dengan perubahan preferensi konsumen, mulai dari aspek fungsionalitas, kenyamanan, desain, hingga teknologi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari upaya Kia untuk tetap hadir sebagai merek yang dekat dengan masyarakat Indonesia," terang Jong Sung Park, Jumat (9/1/2025).

Kini Kia memasuki babak baru melalui strategi Total Transformation dengan menghadirkan lini mobil listrik premium seperti Kia EV6 dan EV9. Langkah strategis ini tidak hanya sekadar menjual produk baru, tetapi juga bagian dari edukasi pasar mengenai teknologi ramah lingkungan serta kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

"Dengan fondasi 25 tahun hadir di Indonesia, Kia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, bernilai, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan industri otomotif Nasional," ujar Jong Sung Park.

KIA Berpeluang Join Pabrik Hyundai

Kia sendiri merupakan bagian dari Hyundai Motor Company dan menjadi saudara dari Hyundai dan Genesis. Oleh karena itu bukan tidak mungkin KIA juga bisa memanfaatkan fasilitas pabrik milik saudaranya tersebut. Pasalnya sejauh ini Kia sendiri masih belum memiliki pabrik di Indonesia.

Baca Juga: Mobil Listrik Kia Sepi Peminat di Tengah Peningkatan Penjualan 2025

Pabrik Hyundai di Indonesia memiliki investasi dengan jumlah USD1.55 Miliar. Pabrik manufaktur ini terletak di Deltamas Greenland International Industrial Center, dengan total luas lahan 77,7 hektar dan luas bangunan 18,8 hektar.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, jajaran produk Hyundai yang diproduksi di Indonesia juga sudah di ekspor ke sejumlah negara seperti kawasan Amerika Selatan, Tengah, dan Utara, Timur Tengah, Asia Pasifik, dan Afrika.

Merek Mobil yang Belum Miliki Pabrik

Saat ini memang bukan hanya Kia yang belum memiliki pabrik sendiri di Indonesia. Sejumlah pabrikan mobil pendatang baru dari China juga masih banyak yang belum mendirikan pabrik di Tanah Air.

Kebanyakan merek mobil China yang datang masih memanfaatkan fasilitas pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk melakukan perakitan di Indonesia.

Nama-nama merek mobil China tersebut adalah Chery, Neta, Jetour, Aletra, BAIC, dan Jaecoo. Terbaru adalah Geely yang kembali masuk ke Indonesia dengan menggandeng HIM untuk melakukan proses perakitan di fasilitas yang sama.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI