Suara.com - Pasar MPV mewah Tanah Air kini dikuasai oleh dua 'raksasa' yakni Nissan Serena dan Toyota NAV1.
Nissan Serena sudah hadir di Indonesia sejak pertengahan era 90-an dan merupakan salah satu pelopor segmen MPV pintu geser kelas menengah ke atas.
Adapun Toyota NAV1 hadir sebagai pendatang baru setelah Nissan Serena menguasai pasar tersebut.
Toyota baru menghadirkan mobil ini untuk menantang dominasi Serena di kelas MPV medium.
Keberadaan dua raksasa tersebut akhirnya membuat pasar MPV terbagi, yakni antara pengemudi yang setia dengan Serena dan ada lagi yang beralih ke NAV1.
Lantas dari kedua mobil bekas tersebut, mana yang lebih unggul?
Pilih Nissan Serena jika demen desain modern

Nissan Serena hadir dengan pendekatan desain yang jauh lebih modern dan luas, mengedepankan aspek kenyamanan kabin serta fleksibilitas pengaturan kursi yang sulit ditandingi oleh kompetitor di zamannya.
Mobil ini menawarkan sensasi berkendara yang lembut dengan visibilitas luar biasa berkat kaca jendela yang besar, membuatnya menjadi pilihan utama bagi keluarga yang memprioritaskan akomodasi maksimal.
Kelebihan utama Nissan Serena terletak pada detail fitur interiornya yang sangat memanjakan penumpang, seperti adanya panoramic roof pada varian tertinggi dan meja lipat yang menambah kesan mewah di dalam kabin.
Baca Juga: Mobil Keluarga Kecil untuk Mudik: Irit, Nyaman, dan Kuat Nanjak, Nggak Sampai 100 Jutaan
Suspensi Serena dirancang untuk meredam guncangan dengan sangat baik, memberikan kenyamanan ekstra saat perjalanan jarak jauh.
Spesifikasi (Seri paling kondang/C26)
- Jenis mesin: 2.0L MR20DD 4-silinder segaris DOHC
- Kapasitas: 1.997 cc
- Performa: 147 PS / 206 Nm
- Transmisi: CVT (Continuously Variable Transmission)
- Fitur tambahan/fitur keamanan: ABS, EBD, BA, VDC, 6 airbag, cruise control, panoramic roof, monitor atap
Estimasi harga
- Baru: Sudah tidak tersedia, digantikan model C28 e-Power seharga Rp635 jutaan.
- Bekas: Rp140 juta – Rp230 juta (Tergantung tahun dan kondisi).
NAV1 cocok bagi para kaum 'konservatif' yang cari ketangguhan

Toyota NAV1 di sisi lain hadir dengan karakter yang lebih konservatif namun menawarkan keunggulan pada sektor ketahanan mesin serta kepraktisan penggunaan harian.
Mesin Toyota yang dikenal bandel dipadukan dengan pintu geser otomatis memberikan kemudahan akses bagi penumpang, meskipun secara dimensi bodi terlihat lebih ringkas dan ramping jika dibandingkan dengan perawakan Serena yang bongsor.
Toyota NAV1 memiliki keunggulan pada efisiensi teknologi mesin Valvematic yang memberikan keseimbangan antara performa dan konsumsi bahan bakar.
Kelebihan lainnya adalah nama besar Toyota yang menjamin kemudahan perawatan serta ketersediaan suku cadang yang melimpah di pelosok negeri.
NAV1 juga memiliki radius putar yang cukup baik, sehingga lebih lincah saat harus bermanuver di jalanan kota yang padat atau saat parkir di ruang yang terbatas.
Spesifikasi
- Jenis mesin: 2.0L 3ZR-FAE 4-silinder segaris Valvematic
- Kapasitas: 1.987 cc
- Performa: 158 PS / 196 Nm
- Transmisi: CVT 7-percepatan Sport Sequential Shiftmatic
- Fitur tambahan/fitur keamanan: Dual SRS airbag, ABS, EBD, dual zone auto AC, pintu geser elektrik ganda
Estimasi harga
- Baru: (Sudah tidak tersedia, digantikan Toyota Voxy seharga Rp620 jutaan).
- Bekas: Rp130 juta – Rp180 juta (Tergantung tahun dan kondisi).
Kesimpulan: Setia pada Serena atau lirik NAV1?

Pilihan untuk tetap setia pada Nissan Serena sangat tepat bagi pencinta kenyamanan absolut dan kemewahan interior.
Serena disegmentasikan bagi keluarga mapan yang mencari "ruang tamu berjalan" dengan fitur hiburan lengkap dan kenyamanan suspensi papan atas.
Poin utama yang dicari dari Serena adalah kenyamanan maksimal dan gengsi desain yang lebih prestisius.
Sebaliknya, melirik Toyota NAV1 adalah langkah yang rasional bagi mereka yang lebih mementingkan aspek fungsionalitas dan ketenangan pikiran terkait biaya perawatan jangka panjang.
NAV1 disegmentasikan bagi pengguna yang memerlukan MPV pintu geser yang praktis, mesin yang lebih bertenaga secara angka tenaga kuda, dan nilai jual kembali yang cenderung lebih stabil.
Kontributor : Armand Ilham