- PT SIS menargetkan pangsa pasar 9,5% di tahun 2026, disampaikan Dony Saputra di Jakarta, 29 Januari 2026.
- Pada 2025, pangsa pasar Suzuki wholesales naik menjadi 8,3%, didorong kontribusi besar unit produksi lokal (88%).
- New Carry (47% penjualan) dan penerimaan teknologi SHVS pada SUV (XL7, Fronx) kunci utama performa Suzuki.
Suara.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menargetkan mampu meraih pangsa pasar 9,5 persen sepanjang 2026. Kepercayaan diri Suzuki ini didukung oleh fakta kuat bahwa 88 persen total penjualan mereka sepanjang tahun lalu didominasi oleh unit produksi lokal.
Target besar ini disampaikan langsung oleh Dony Saputra selaku Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales dalam acara media gathering di Jakarta pada Kamis 29 Januari 2026.
Meskipun terdapat sedikit penurunan angka penjualan secara volume pada 2025 dibandingkan 2024, posisi Suzuki di pasar otomotif nasional justru tetap kokoh. Pada segmen penjualan ritel, market share Suzuki stabil di angka 7,8 persen. Sementara itu, untuk kategori wholesales atau penjualan dari pabrik ke diler, pangsa pasar Suzuki justru melonjak menjadi 8,3 persen pada 2025 dari sebelumnya 7,7 persen pada 2024.
"Itu membuat kami opstimistis dan menargetkan market share tahun ini sebesar 9,5 persen," kata Donny.
Sepanjang 2025, kendaraan niaga New Carry masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai 47 persen dari total penjualan ritel. Hal ini membuktikan bahwa pelaku usaha di kota besar maupun daerah masih mempercayai reliabilitas New Carry untuk mendukung mobilitas ekonomi.
Pada segmen mobil penumpang, tren SUV semakin menguat. New Suzuki XL7 menyumbang 20 persen penjualan sebagai mobil keluarga pilihan. Di sisi lain, Suzuki Fronx yang baru diluncurkan pada Mei 2025 menjadi fenomena baru. Coupe SUV produksi Cikarang ini berhasil terjual hampir 10.000 unit dalam waktu singkat.

Selain model SUV, kesuksesan Suzuki juga didorong oleh adopsi teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki atau SHVS. Teknologi ramah lingkungan yang hadir pada Grand Vitara, XL7, hingga Fronx ini mulai menjadi standar baru bagi konsumen Indonesia yang mencari efisiensi bahan bakar.
“Penerimaan terhadap teknologi hybrid ternyata sangat positif. Berdasarkan data dari Gaikindo, enam dari sepuluh pembeli mobil penumpang Suzuki kini menjatuhkan pilihannya pada varian hybrid. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat kini bisa menikmati efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik, sekaligus ikut memberikan kontribusi nyata dalam pengurangan emisi karbon melalui kendaraan yang mereka gunakan sehari-hari,” kata Donny.
Baca Juga: Suzuki Menyerah dan Pilih Jual Pabrik Produksi ke Ford